Manhole Jepang, Ketika Tutup Got Menjadi Karya Seni

mahole
Manhole Jepang bukan sekadar tutup got. Beragam desain unik mengangkat budaya, sejarah, dan karakter daerah menjadi karya seni di jalanan. ( foto dok logamceper.com)

NEWS.KOBA.CO.ID. Jepang memiliki cara unik untuk memperkenalkan identitas daerah melalui benda yang jarang mendapat perhatian. Salah satunya terlihat pada manhole Jepang yang menghiasi jalan dengan desain berwarna-warni.

Tutup saluran air tersebut tidak hanya menjalankan fungsi teknis. Pemerintah daerah memanfaatkannya untuk menampilkan sejarah, budaya, karakter lokal, hingga kekayaan alam wilayah masing-masing.

Penutup manhole di Jepang berkembang menjadi simbol kebanggaan daerah dan bahkan menjadi benda koleksi. Berbagai desain menampilkan landmark, festival, flora, fauna, tokoh lokal, hingga karakter budaya populer.  Fenomena tersebut membuat aktivitas mencari dan memotret manhole berkembang di berbagai wilayah. Penggemarnya bahkan memiliki sebutan khusus, yaitu manholer.

Setiap Daerah Memiliki Cerita Berbeda

Keunikan manhole Jepangterletak pada desainnya yang tidak seragam. Setiap pemerintah daerah dapat mengangkat unsur khas wilayah untuk memperkuat identitas visual. Sebuah tutup saluran dapat menampilkan bunga khas daerah. Desain lainnya bisa memperlihatkan bangunan bersejarah, pegunungan, hewan lokal, atau festival tradisional.

Desain manhole di Jepang bahkan mencakup berbagai karakter populer. Karakter Pokémon, misalnya, menghiasi sejumlah tutup saluran di berbagai daerah. Konsep tersebut membuat infrastruktur sehari-hari memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Warga dan wisatawan dapat mengenali karakter suatu daerah melalui benda yang mereka temui di jalan.

Pendekatan itu juga memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah menggunakan desain sebagai bagian dari komunikasi publik. Infrastruktur tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga membawa pesan budaya.

Berawal dari Perhatian terhadap Infrastruktur Kota

Popularitas desain manhole tidak muncul secara tiba-tiba. Jepang memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan sistem saluran air dan komunikasi mengenai pentingnya infrastruktur tersebut. Melansir laman resmi Gesuido Koho Platform, pemerintah dan pengelola terkait melihat penutup manhole sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan dunia saluran pembuangan kepada masyarakat. GKP bahkan menyebut penutup manhole Jepang sebagai salah satu bentuk budaya yang dapat dibanggakan.

Karena itu, desain menarik memiliki fungsi komunikasi yang lebih luas. Masyarakat yang sebelumnya tidak memperhatikan sistem saluran air dapat mulai tertarik melalui gambar pada permukaannya. Dari ketertarikan tersebut, masyarakat kemudian dapat mengenal fungsi saluran pembuangan. Cara sederhana itu membantu menjembatani persoalan teknis dengan kehidupan sehari-hari.

Menjadi Buruan Kolektor

Perubahan fungsi tersebut kemudian melahirkan komunitas penggemar. Mereka tidak hanya memotret desain, tetapi juga mencari variasi yang belum pernah ditemukan. Bahkan sejumlah penggemar bahkan mengoleksi benda terkait manhole. Beberapa desain kemudian hadir dalam bentuk kartu, gantungan kunci, tatakan gelas, kaus, dan berbagai produk lainnya.

Popularitas tersebut juga mendorong sejumlah pemerintah daerah menjual penutup manhole lama. Kyoto, misalnya, pernah menjual penutup yang sudah tidak digunakan kepada masyarakat. Fenomena tersebut menunjukkan nilai budaya yang muncul dari sebuah benda utilitas. Setelah bertahun-tahun berada di jalan, tutup manhole dapat berubah menjadi memorabilia sebuah kota.

Manhole Card Memperluas Fenomena Wisata

Jepang kemudian mengembangkan Manhole Card sebagai media untuk memperkenalkan desain sekaligus sistem saluran air kepada masyarakat. Kartu tersebut menampilkan foto desain manhole beserta informasi terkait.

Manhole Card sendiri  dirancang sebagai alat komunikasi agar masyarakat tertarik mengenal sistem saluran pembuangan. Distribusi kartu juga menggunakan konsep koleksi karena masyarakat harus mendatangi lokasi tertentu untuk mendapatkannya.

Popularitas kartu tersebut terus berkembang. Pada April 2026, peluncuran Manhole Card edisi ke-28 menambah 42 desain baru. Total koleksi kemudian mencapai 1.264 jenis dari 769 pemerintah daerah dan empat organisasi. Jumlah penerbitannya diperkirakan mencapai 23 juta kartu.  Perkembangan itu berlanjut beberapa bulan kemudian. Melansir GKP pada Juli 2026, edisi ke-29 menambahkan 46 desain baru. Total koleksi mencapai 1.311 jenis dari 783 pemerintah daerah dan empat organisasi. Penerbitan kumulatif diperkirakan menembus 24 juta kartu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *