Koba Mirai Japan Jembatani Depok–Hokkaido, Buka Peluang Kerja Warga ke Jepang

Depok, 8 Oktober 2026 — Koba Mirai Japan memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang dengan mempertemukan Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Prefektur Hokkaido, Jepang.

Pertemuan tersebut berlangsung di Koba Mirai Japan, Depok, Kamis (8/10/2026). Agenda ini membahas peluang kerja dan pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat Depok.

Melalui pertemuan tersebut, Koba Mirai Japan menjalankan perannya sebagai jembatan antara Indonesia dan Jepang. Pada saat yang sama, komunikasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di Jepang dapat berkembang lebih luas.

Koba Mirai Japan Jembatani Depok dan Hokkaido

Selama ini, Koba Mirai Japan bergerak dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia untuk kebutuhan kerja di Jepang.

Dalam menjalankan perannya, Koba Mirai Japan membangun komunikasi dengan berbagai pihak di Jepang. Hubungan tersebut mencakup pemerintah daerah, perusahaan, dan mitra di sektor ketenagakerjaan.

Melalui jaringan tersebut, kebutuhan tenaga kerja di Jepang dapat terhubung dengan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Selain itu, Koba Mirai Japan mendorong komunikasi langsung antara pemerintah daerah Indonesia dan pihak pemerintah di Jepang. Kunjungan Pemerintah Prefektur Hokkaido menjadi salah satu langkah dalam membangun hubungan tersebut.

Tomonori Kobayashi, CEO Koba Mirai Japan, mengatakan bahwa pihaknya ingin terus memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang.

“Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang sumber daya manusia. Kami ingin kebutuhan tenaga kerja di Jepang dapat dipahami dengan baik di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga perlu mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan tersebut,” ujar Tomonori Kobayashi.

Menurut Tomonori, komunikasi langsung dapat membantu kedua pihak memahami kebutuhan masing-masing.

“Kami berharap komunikasi antara Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Prefektur Hokkaido, dan Koba Mirai Japan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih jauh, Tomonori menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia.

“Bukan hanya mengirim tenaga kerja. Kami juga ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bekerja, hidup, dan beradaptasi dengan baik di Jepang,” jelas Tomonori.

Wali Kota Depok Dukung Peluang Kerja ke Jepang

Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M., menyambut baik kunjungan Pemerintah Prefektur Hokkaido.

Ia juga mengapresiasi peran Koba Mirai Japan dalam memfasilitasi komunikasi dengan pihak Jepang.

“Kita mendengar informasi bahwa di Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja. Alhamdulillah kami difasilitasi untuk menjalin komunikasi dengan Prefektur Hokkaido. Masih banyak warga Depok yang membutuhkan lapangan pekerjaan,” ujar Supian Suri.

Bagi Pemerintah Kota Depok, komunikasi tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat.

Dengan adanya informasi langsung dari Hokkaido, pemerintah daerah dapat memahami kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Selanjutnya, Depok dapat mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan peluang yang tersedia.

“Harapannya, kebutuhan tenaga kerja di Hokkaido dapat diketahui lebih awal. Depok dapat mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Selain membuka akses kerja, Supian menilai peluang ke Jepang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Depok memiliki perhatian terhadap tiga aspek pembangunan manusia. Ketiganya mencakup kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

“Ketiga, bagaimana warganya sejahtera, ekonominya meningkat. Salah satunya dengan penyediaan lapangan pekerjaan ini,” jelasnya.

Karena itu, peluang kerja ke Jepang melalui Koba Mirai Japan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat Depok.

Pemerintah Kota Depok juga siap mendukung berbagai upaya untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat.

Selanjutnya, Supian berharap komunikasi dengan Pemerintah Prefektur Hokkaido terus berkembang. Ia juga mendorong kedua pihak membangun kerja sama formal melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Pemerintah Hokkaido Buka Peluang bagi Tenaga Kerja Indonesia

Sementara itu, Eiji Yamamoto, Direktur Kebijakan Tenaga Kerja Asing Pemerintah Prefektur Hokkaido, menyambut baik pertemuan tersebut.

“Saya senang bisa ke Depok hari ini. Ini pertama kalinya saya ke Depok dan kedua kali ke Indonesia,” ungkap Yamamoto.

Ia menjelaskan kondisi masyarakat Indonesia yang tinggal di Hokkaido. Saat ini, sekitar 12.500 warga Indonesia menetap di wilayah tersebut.

Mereka tersebar di 160 kota dan desa dari total 179 kota dan desa di Prefektur Hokkaido.

Di sisi lain, Jepang terus menghadapi penurunan jumlah penduduk. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja asing semakin penting.

“Kami berharap masyarakat Indonesia, khususnya Kota Depok, dapat datang ke Hokkaido dan bersinergi dengan warga kami. Mereka dapat berkontribusi di industri maupun dalam kegiatan sehari-hari,” jelasnya.

Untuk mendukung kehidupan pekerja asing, Pemerintah Prefektur Hokkaido menyiapkan berbagai bentuk dukungan.

Salah satunya berupa layanan konsultasi dalam bahasa Indonesia. Layanan tersebut dapat membantu warga Indonesia ketika membutuhkan informasi atau bantuan.

Selain dukungan layanan, Yamamoto turut memperkenalkan karakteristik Hokkaido kepada masyarakat Depok. Wilayah tersebut memiliki empat musim, termasuk musim salju.

“Di Hokkaido ada empat musim. Ini bisa menjadi pengalaman bagi teman-teman. Saya harap dengan adanya ini bisa menjadi motivasi teman-teman untuk bekerja di Hokkaido,” tandasnya.

Memperkuat Hubungan Depok–Hokkaido

Kunjungan Pemerintah Prefektur Hokkaido memperkuat komunikasi antara Depok dan Hokkaido.

Dalam proses tersebut, Koba Mirai Japan mengambil peran sebagai penghubung antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan mitra di Jepang.

Hubungan ini membantu kedua pihak memahami kebutuhan tenaga kerja secara lebih baik. Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai peluang kerja di Jepang.

Dengan komunikasi yang semakin kuat, kebutuhan tenaga kerja di Hokkaido dapat diketahui lebih awal. Masyarakat kemudian dapat mempersiapkan kemampuan dan kualifikasi sesuai kebutuhan.

Ke depan, Koba Mirai Japan akan terus membangun jembatan Indonesia–Jepang. Fokusnya mencakup pendidikan, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, serta akses peluang kerja ke Jepang.

Dengan demikian, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan Depok–Hokkaido.

Koba Mirai Japan berharap hubungan tersebut berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Pada akhirnya, semakin banyak masyarakat Depok dan Indonesia dapat memperoleh akses informasi serta peluang untuk mengembangkan karier di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *