Berita  

Dari Mustahik Menjadi Muzaki, 23 Penerima Beasiswa BAZNAS Berangkat Kerja ke Jepang

Baznas
Beasiswa Vokasi BAZNAS memberangkatkan 23 mustahik ke Jepang untuk magang tiga tahun dan membuka peluang meningkatkan ekonomi keluarga.

Beasiswa Vokasi BAZNAS memberangkatkan 23 mustahik ke Jepang untuk magang tiga tahun dan membuka peluang meningkatkan ekonomi keluarga.

NEWS.KOBA.CO.ID. Kesempatan kerja di luar negeri membuka jalan bagi keluarga berpenghasilan terbatas untuk memperbaiki kehidupan. Melalui Program Beasiswa Vokasi BAZNAS, sebanyak 23 mustahik berangkat ke Jepang untuk mengikuti program magang selama tiga tahun.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk menjalankan program tersebut. Para peserta berasal dari Lampung, Jawa Timur, dan Sumatra Barat. Mereka akan memperoleh pengalaman kerja sekaligus kesempatan meningkatkan pendapatan keluarga.

Hingga saat ini, BAZNAS telah memberangkatkan 107 mustahik ke Jepang melalui program beasiswa vokasi. BAZNAS berharap pengalaman kerja tersebut menjadi titik awal perubahan ekonomi peserta dan keluarganya.

Beasiswa Vokasi BAZNAS Membuka Jalan Menuju Kemandirian

Program ini tidak sekadar memberikan kesempatan bekerja di luar negeri. BAZNAS juga mendorong mustahik membangun kemandirian ekonomi melalui keterampilan, pengalaman kerja, dan penghasilan yang lebih baik.

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pekerjaan. Menurutnya, kolaborasi dengan Kemnaker juga mendukung upaya menekan pengangguran di Indonesia.

“Kami akan terus mengoptimalkan. Kami berharap para mustahik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga serta bertransformasi menjadi muzaki,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Perubahan status dari mustahik menjadi muzaki menjadi salah satu tujuan penting program tersebut. BAZNAS berharap peserta mampu menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menabung, dan merintis usaha setelah menyelesaikan program.

BAZNAS Targetkan 3.000 Penerima Manfaat

Kerjsama BAZNAS bersama Kemnaker menargetkan program kolaborasi ini menjangkau 3.000 penerima manfaat dalam lima tahun. Target tersebut menunjukkan upaya memperluas akses pelatihan vokasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun, pencapaian target itu membutuhkan persiapan yang matang. Peserta perlu menguasai keterampilan kerja, memahami budaya profesional Jepang, dan mengelola penghasilan secara bijak.

Selain itu, pengalaman bekerja di Jepang dapat menjadi bekal untuk membangun usaha ketika peserta kembali ke Indonesia. Dengan perencanaan keuangan yang baik, pendapatan selama bekerja berpeluang mendukung pendidikan keluarga dan pengembangan usaha produktif.

Kisah Penerima Beasiswa BAZNAS: Berangkat untuk Membantu Keluarga

Bagi para peserta, kesempatan bekerja di Jepang memiliki arti lebih besar daripada memperoleh pekerjaan. Mereka membawa harapan untuk meringankan beban orang tua dan membangun masa depan yang lebih mandiri.

Dananda Bagus Setiawan, salah satu penerima manfaat asal Sumatra Selatan, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan tersebut. Ia akan menjalani penempatan kerja di CSK Co., Ltd.

Dananda menceritakan bahwa kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan terbatas. Setelah lulus sekolah, ia langsung berusaha mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga.

“Kedua orang tua saya bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang didapat pun pas-pasan. Karena itu lulus sekolah saya langsung berusaha mencari kerja, Alhamdulillah ada BAZNAS dan Kemenaker. Harapan saya setelah dari program ini saya bisa membangun usaha, membantu ekonomi keluarga. Dan pastinya saya ingin menjadi muzaki dan berzakat juga,” ujarnya.

Keinginan Dananda untuk menjadi muzaki memperlihatkan harapan yang ingin dicapai program tersebut. Ia tidak hanya ingin meningkatkan taraf hidup keluarganya, tetapi juga ingin berbagi ketika kondisi ekonominya sudah lebih baik.

Bantuan Pelatihan Meringankan Beban Keluarga

Harapan serupa disampaikan Juwan Saputra, penerima manfaat asal Sumatra Selatan lainnya. Juwan mengaku bantuan BAZNAS datang ketika keluarganya menghadapi kesulitan membiayai pelatihan dan keberangkatan ke Jepang. Sebagai anak pertama, ia merasa bertanggung jawab membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ayah saya bekerja sebagai tukang tambal ban dengan pendapatan yang tidak menentu. Untuk makan saja kadang kurang, sementara biaya pelatihan cukup besar. Karena itu, bantuan dari BAZNAS ini sangat berarti bagi saya. Setelah program ini dan tabungan terkumpul, saya ingin membantu biaya pendidikan adik dan memperbaiki tempat tinggal keluarga. Terima kasih BAZNAS dan muzaki,” ujarnya.

Rencana Juwan menunjukkan bagaimana kesempatan kerja dapat berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar keluarga. Ia ingin membiayai pendidikan adiknya sekaligus memperbaiki tempat tinggal setelah memiliki tabungan yang cukup.

Dampak Program Bergantung pada Pengelolaan Penghasilan

Keberangkatan peserta menjadi langkah awal, bukan akhir dari proses pemberdayaan. Para penerima manfaat perlu menjaga kedisiplinan, meningkatkan kemampuan, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di Jepang.

Di sisi lain, pengelolaan pendapatan juga memegang peran penting. Peserta perlu mengatur biaya hidup, menabung, dan menyusun rencana penggunaan uang untuk kebutuhan jangka panjang.

Melalui Program Beasiswa Vokasi BAZNAS, lembaga zakat dan pemerintah berupaya menghubungkan bantuan sosial dengan peningkatan kapasitas kerja. Pendekatan ini memberi peluang bagi mustahik untuk memperoleh penghasilan sekaligus membangun bekal keterampilan.

Jika peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal, manfaatnya berpotensi meluas hingga keluarga mereka. Dalam jangka panjang, BAZNAS berharap semakin banyak penerima bantuan yang mencapai kemandirian ekonomi dan beralih menjadi muzaki.

Dengan demikian, program ini membawa misi lebih luas daripada penempatan tenaga kerja. Program tersebut juga mengupayakan perubahan dari penerima zakat menjadi pihak yang mampu menunaikan zakat dan membantu sesama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *