Berita  

Shinkansen S0 Meluncur 2029, Kereta Cepat Jepang Siap Beroperasi Otomatis Tokyo–Osaka

Shinkansen
JR Tokai menargetkan Shinkansen S0 beroperasi pada Juli 2029 dengan sistem otomatis, deteksi gempa lebih cepat, dan efisiensi energi.

JAKARTA — Jepang bersiap memasuki babak baru transportasi kereta cepat melalui kehadiran Shinkansen seri S0. Central Japan Railway Co. (JR Tokai) menargetkan kereta generasi terbaru ini mulai beroperasi secara komersial pada Juli 2029, sekaligus memperkenalkan sistem pengoperasian otomatis di jalur Tokyo–Shin-Osaka.

JR Tokai mengumumkan rencana tersebut pada 16 Oktober 2026. Seri S0 akan menjadi penerus N700S dengan pembaruan pada sistem operasi, keselamatan, desain aerodinamis, dan kenyamanan penumpang. <Cite refs={[“turn447444search1″,”turn447444search3″,”turn447444search11”]}/>

Pengembangan ini menunjukkan upaya Jepang meningkatkan efisiensi operasional kereta cepat tanpa menghilangkan peran masinis. Sistem otomatis akan mengendalikan perjalanan setelah kereta berangkat, sementara masinis tetap bertugas di kabin.

Shinkansen S0 Mengandalkan Sistem Operasi Otomatis

Salah satu pembaruan utama seri S0 terletak pada sistem pengoperasian otomatis tingkat GOA2. Teknologi ini memungkinkan sistem mengatur kecepatan, akselerasi, dan pengereman selama perjalanan.

Masinis tetap berada di ruang kendali kereta. Ia menekan tombol untuk memulai keberangkatan, sedangkan sistem otomatis mengambil alih pengaturan perjalanan sesuai jadwal dan kondisi operasional.

Sistem yang ada juga untuk membantu kereta menjaga ketepatan waktu. Ketika gangguan mengharuskan kereta berjalan lebih lambat, sistem dapat menyesuaikan kecepatan rencana setelah pembatasan berakhir. Kereta kemudian dapat melakukan perjalanan pemulihan untuk meminimalkan keterlambatan. Meski demikian, pengoperasian otomatis bukan berarti kereta berjalan tanpa masinis. Awak tetap menjalankan fungsi yang menjadi tanggung jawab manusia, termasuk prosedur keberangkatan dan penanganan kondisi darurat.

Desain Terinspirasi Sayap Burung untuk Menghemat Energi

JR Tokai juga memperkenalkan rancangan bagian depan kereta yang terinspirasi bentuk bulu sayap burung. Desain tersebut bertujuan mengurangi hambatan udara ketika kereta melaju dalam kecepatan tinggi. Perusahaan memperkirakan kombinasi desain aerodinamis dan peningkatan efisiensi sistem dapat menekan konsumsi listrik sekitar 6 persen daripada N700S. Penghematan ini menjadi salah satu sasaran pengembangan seri S0.

Selain bentuk hidung kereta, JR Tokai akan mengubah desain lampu penanda pada bagian depan. Kereta baru ini menggunakan satu lampu yang menjalankan fungsi lampu depan dan lampu belakang, berbeda dari susunan dua lampu pada model sebelumnya. Desain garis pada sisi badan kereta belum ada pengumuman secara final. JR Tokai masih akan mengungkapkan detail tampilan eksterior tersebut kemudian.

Sistem Deteksi Gempa Dipercepat hingga Sepuluh Kali Lipat

Keselamatan menjadi bagian penting dalam pengembangan Shinkansen S0. JR Tokai menyiapkan sistem deteksi dini gempa yang mengirimkan informasi melalui komunikasi radio kereta berbasis gelombang milimeter.

Teknologi ini bertujuan untuk memperpendek waktu antara deteksi gempa dan mulai pengereman. Menurut rencana yang diumumkan perusahaan, waktu tersebut akan turun dari sekitar dua detik menjadi sekitar 0,2 detik.

Dengan demikian, respons awal pengereman dapat berlangsung sekitar sepuluh kali lebih cepat. JR Tokai juga merencanakan penyempurnaan pengendalian rem untuk meningkatkan kemampuan kereta berhenti ketika terjadi gempa. Pembaruan tersebut menjadi penting karena Shinkansen beroperasi dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan sistem keselamatan yang responsif. Namun, percepatan respons pengereman tidak berarti kereta dapat berhenti seketika. Jarak berhenti tetap bergantung pada kecepatan, kondisi lintasan, dan faktor teknis lainnya.

Uji Coba Tahun 2028 Target 25 Rangkaian

Sebelum memasuki layanan penumpang, JR Tokai merencanakan pengujian menggunakan satu rangkaian kereta pada Agustus 2028. Tahap ini akan membantu perusahaan memeriksa dan mengevaluasi teknologi yang mereka kembangkan.

Setelah pengujian, perusahaan menargetkan pengoperasian komersial pada Juli 2029. JR Tokai berencana memasukkan total 25 rangkaian seri S0 secara bertahap hingga paruh pertama tahun fiskal 2032.

Pengadaan bertahap tersebut memungkinkan perusahaan mengembangkan armada baru secara terencana. Jadwal dan jumlah rangkaian tetap mengikuti rencana implementasi yang menunggu kabar dari JR Tokai.

Seri S0 adalah generasi penerus N700S pada jaringan Tokaido Shinkansen. Model ini juga merupakan pengembangan untuk mendukung layanan pada jaringan Tokaido dan Sanyo Shinkansen. Namun, pengoperasian otomatis secara khusus hanya mencakup jalur Tokyo–Shin-Osaka.

Kenyamanan Penumpang dan Efisiensi Operasional Jadi Prioritas

Selain teknologi operasi, JR Tokai juga menyiapkan peningkatan fasilitas penumpang. Pembaruan mencakup pengembangan ruang bagasi dan peningkatan konektivitas internet, terutama pada layanan Green Car atau kelas premium.

Perusahaan juga mengembangkan kereta dengan pendekatan efisiensi energi dan pemanfaatan material daur ulang. Sejumlah teknologi baru direncanakan hadir secara bertahap, termasuk melalui pembaruan pada sebagian armada yang sudah beroperasi. Kehadiran seri S0 tidak hanya membawa perubahan pada bentuk kereta. Teknologi otomatis, sistem keselamatan yang lebih responsif, dan penghematan energi menjadi bagian dari strategi pengembangan layanan kereta cepat Jepang.

Jika sesuai jadwal, penumpang akan mulai merasakan layanan komersial Shinkansen S0 pada 2029. Peluncuran ini sekaligus menandai langkah baru JR Tokai dalam mengembangkan operasi kereta cepat yang lebih efisien, modern, dan tetap mengandalkan pengawasan masinis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *