Malik Arifin Hakim berangkat ke Toyama, Jepang, melalui program SSW untuk memulai karier di sektor perhotelan.
NEWS.KOBA.CO.ID. Peluang membangun karier di Jepang kembali terbuka bagi tenaga kerja Indonesia. Malik Arifin Hakim resmi berangkat menuju Prefektur Toyama, Jepang, pada Senin (12/10/2026) untuk bekerja di sektor perhotelan melalui program Specified Skilled Worker (SSW).
Keberangkatan Malik menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya di luar negeri. Melalui program ini, ia berkesempatan mengembangkan keterampilan profesional sekaligus mengenal budaya kerja Jepang yang mengutamakan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan.
Program SSW membuka jalur bagi tenaga kerja asing yang memenuhi persyaratan untuk bekerja pada sektor tertentu di Jepang. Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang menawarkan kesempatan bagi pekerja Indonesia dengan kompetensi dan kesiapan yang sesuai.
Berangkat ke Jepang, Malik Siap Meniti Karier di Perhotelan
Malik Arifin Hakim memulai babak baru perjalanan profesionalnya dengan penempatan kerja di Toyama. Wilayah tersebut berada di Jepang bagian tengah dan memiliki aktivitas pariwisata serta industri perhotelan yang melayani beragam kebutuhan pengunjung.
Bagi pekerja di bidang perhotelan, kemampuan memberikan pelayanan menjadi bekal penting. Pekerja perlu memahami kebutuhan tamu, menjaga komunikasi, dan menjalankan prosedur kerja secara konsisten.
Selain keterampilan teknis, pekerja juga perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan budaya setempat. Kemampuan berbahasa Jepang serta pemahaman etika kerja dapat membantu proses adaptasi selama bekerja. “Keberangkatan ini menjadi kesempatan berharga bagi saya untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman kerja di Jepang. Saya ingin belajar banyak hal, meningkatkan keterampilan, dan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.”
Koba Mirai Japan Dorong Peserta Siap Bersaing di Jepang
Keberangkatan peserta SSW juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Lembaga pelatihan memiliki peran penting dalam membantu peserta memahami persyaratan kerja dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional di Jepang.
Bambang Rizkiawan, staf Divisi Rekrutmen dan Marketing Koba Mirai Japan, dapat memberikan penjelasan mengenai proses persiapan peserta hingga keberangkatan. Informasi tersebut penting untuk menunjukkan bagaimana lembaga membantu calon pekerja memahami peluang sekaligus tanggung jawab selama bekerja di luar negeri.
Persiapan tenaga kerja tidak cukup hanya berfokus pada keberangkatan. Peserta juga perlu memahami budaya kerja, menjaga komunikasi dengan pihak terkait, serta mengikuti ketentuan yang berlaku selama masa kerja. “Keberangkatan Malik menjadi bagian dari upaya kami mendukung peserta meraih peluang kerja di Jepang. Kami berharap ia mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjaga profesionalisme, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensinya.”
SSW Perhotelan Membuka Peluang Pengalaman Internasional
Program Specified Skilled Worker atau SSW memberikan kesempatan kepada tenaga kerja asing yang memenuhi persyaratan untuk bekerja di sektor tertentu di Jepang. Program ini menjadi salah satu jalur bagi pekerja Indonesia yang ingin memperoleh pengalaman profesional di lingkungan internasional.
Namun, calon pekerja perlu memahami bahwa setiap sektor memiliki standar kompetensi dan persyaratan tersendiri. Karena itu, penguasaan bahasa, keterampilan sesuai bidang, serta pemahaman kontrak kerja menjadi bagian penting sebelum keberangkatan.
Di sektor perhotelan, pekerja menghadapi tuntutan pelayanan yang memerlukan ketelitian dan komunikasi efektif. Kemampuan bekerja dalam tim juga membantu pekerja menjalankan tugas sesuai standar operasional perusahaan.
Pengalaman bekerja di Jepang dapat menjadi bekal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan profesional. Meski demikian, setiap peserta perlu menjalankan tanggung jawab sesuai kontrak serta mematuhi aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Keberangkatan Menjadi Awal Perjalanan Baru
Keberangkatan Malik Arifin Hakim menuju Toyama menandai awal perjalanan profesionalnya di Jepang. Kesempatan tersebut juga mengingatkan calon pekerja bahwa persiapan, kompetensi, dan kedisiplinan memegang peranan penting dalam menghadapi dunia kerja internasional.
Bagi Koba Mirai Japan, pendampingan peserta menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi peluang tersebut. Sementara itu, Malik kini memiliki kesempatan untuk menerapkan keterampilan dan mengembangkan pengalaman di industri perhotelan.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen untuk terus belajar, pekerja Indonesia dapat memanfaatkan peluang kerja di Jepang secara bertanggung jawab. Keberhasilan setiap peserta diharapkan turut memperkuat kepercayaan terhadap kompetensi tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.













