NEWS.KOBA.CO.ID. Pelepasan Peserta Magang ke Jepang oleh Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T.berlangsung di Balai Kota Depok, Senin, 28 September 2026. Wakil Wali Kota Depok melepas secara simbolis delapan peserta LPK Koba Mirai Japan yang akan menjalani program magang di Jepang.
Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan apel pagi seluruh pegawai Pemerintah Kota Depok. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam prosesi pelepasan tersebut. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Depok menunjukkan perhatian terhadap program peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja bagi masyarakat. Program Koba Mirai Japan juga menjadi salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia Depok untuk memasuki pasar kerja internasional.
Dukungan Pemkot Depok Sejak Program Pelatihan
Dukungan Pemerintah Kota Depok terhadap program tersebut tidak hanya terlihat pada acara pelepasan. Pada 2025, pemerintah kota memberikan bantuan pelatihan bagi masyarakat Depok yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja. Program itu juga membantu peserta memperoleh bekal sebelum mengikuti proses penempatan dan bekerja di Jepang.
Koba Mirai Japan turut mengambil peran dalam proses penyiapan peserta. Lembaga tersebut memberikan pelatihan dan pendampingan agar peserta memiliki kesiapan bahasa, keterampilan, serta pemahaman budaya kerja Jepang. Dukungan pemerintah dan lembaga pelatihan kemudian bertemu dalam proses persiapan peserta. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi masyarakat Depok untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.
Pelepasan Peserta Magang ke Jepang Dilakukan Secara Simbolis
Wakil Wali Kota Depok melepas keberangkatan delapan peserta secara simbolis. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana apel pagi bersama para pegawai Pemerintah Kota Depok. Dalam pesannya, Wakil Wali Kota meminta para peserta menjaga nama baik Kota Depok selama berada di Jepang. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak melupakan ibadah selama menjalani kehidupan dan pekerjaan di negeri tersebut.Pesan tersebut menekankan bahwa keberangkatan ke Jepang tidak hanya membawa kepentingan pribadi.
Para peserta juga membawa nama keluarga, lembaga pelatihan, Kota Depok, dan Indonesia. Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada peserta atas kontribusinya sebagai pejuang devisa. Menurutnya, kerja masyarakat Indonesia di luar negeri turut memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.“Pertama, jaga nama baik Kota Depok. Kedua, jangan lupa menjalankan ibadah. Terima kasih atas kontribusinya sebagai pejuang devisa,” ujar Chandra Rahmansyah, S.Kom., M.T. saat melepas peserta secara simbolis.
Koba Apresiasi Dukungan Pemerintah Kota Depok
Sementara itu GM Koba Mirai Japan Ardi Asrianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok. Ia menilai dukungan pemerintah memiliki arti penting bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang.Ardi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Depok terhadap LPK Koba Mirai Japan. Menurutnya, bantuan pelatihan pemerintah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Depok. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang terus memberikan support kepada LPK Koba Mirai Japan. Bantuan pelatihan ini sangat berarti bagi masyarakat Kota Depok yang ingin bekerja di Jepang,” kata Ardi Asrian.
Menurut Ardi, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Koba Mirai Japan ingin terus mendukung masyarakat agar memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja di Jepang. Ia berharap para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Peserta juga perlu menjaga disiplin dan mengikuti aturan selama menjalani program di Jepang.
Pelepasan Peserta Magang ke Jepang Membawa Misi Lebih Besar
Keberangkatan delapan peserta memiliki makna lebih luas daripada sekadar perjalanan menuju tempat kerja baru. Mereka membawa hasil pelatihan sekaligus harapan keluarga untuk membangun masa depan yang lebih baik.Pengalaman bekerja di Jepang juga dapat memberikan pengetahuan baru kepada peserta. Mereka dapat mempelajari budaya kerja, kedisiplinan, keterampilan, dan cara bekerja dalam lingkungan internasional.
Pada saat yang sama, pemerintah melihat pekerja migran sebagai bagian dari potensi sumber daya manusia Indonesia. Penghasilan yang peserta peroleh di Jepang juga dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi keluarga dan negara. Karena itu, persiapan sebelum keberangkatan memiliki peran penting. Peserta harus memahami bahasa, budaya, aturan kerja, serta tanggung jawab selama berada di Jepang.
Direktur Koba Hadir dalam Pelepasan
Dari pihak Koba Mirai Japan, Direktur Koba Lisa Heriyati turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran Koba memperlihatkan komitmen lembaga dalam mendampingi peserta sejak masa pelatihan hingga keberangkatan. Menurutnya Koba Mirai Japan terus mendorong peserta agar menjalani program dengan sungguh-sungguh. Selain kemampuan kerja, peserta juga perlu membangun sikap profesional selama berada di Jepang.
“ Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan peserta. Mereka menghadapi lingkungan baru dengan budaya, bahasa, dan sistem kerja yang berbeda dari Indonesia,” ujar Lisa. Karena itu, komunikasi antara peserta, lembaga pelatihan, dan pihak terkait tetap diperlukan. Hubungan tersebut dapat membantu peserta beradaptasi dan menyelesaikan program dengan baik.
Menjadi Wakil Depok di Jepang
Delapan peserta kini membawa tanggung jawab baru setelah menerima pelepasan dari Pemerintah Kota Depok. Mereka tidak hanya menjalankan program untuk kepentingan pribadi dan keluarga.Mereka juga membawa nama Kota Depok selama berada di Jepang. Sikap disiplin, etika, dan kemampuan beradaptasi akan menjadi bagian dari pengalaman mereka sebagai pekerja Indonesia.
Pesan Wakil Wali Kota menjadi bekal penting sebelum peserta meninggalkan Indonesia. Menjaga nama baik daerah dan tetap menjalankan ibadah menjadi dua hal yang ditekankan dalam pelepasan tersebut. Sementara itu, dukungan Pemkot Depok sejak program bantuan pelatihan pada 2025 menunjukkan pentingnya kolaborasi. Pemerintah, lembaga pelatihan, dan peserta dapat bergerak bersama membuka akses kerja internasional.
Pelepasan delapan peserta Koba Mirai Japan akhirnya menjadi awal perjalanan baru. Mereka diharapkan mampu bekerja dengan disiplin, menjaga nama baik Depok, serta memberikan kontribusi sebagai pejuang devisa Indonesia. Adapun kedelapan peserta iru adala Damita Karren, Zalfa Putri Nadiani, Malik Arifin Hakim, Inayatu Lutfiah Qosim, Andrew Ferdinand Rafael Simanjuntak. Selain itu Ilyasa Gibran Alfaridzi, Wiwit Pratomo, dan Aisyah Fadla Askia Kamila













