Pemerintah memastikan bahwa SDM yang disiapkan berasal dari tenaga terampil, tersertifikasi. Selain itu juga serta relevan dengan kebutuhan industri perikanan modern di Jepang.
NEWS.KOBA.CO.ID. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam bidang sumberdaya manusia. Kerjasama tersebut menegaskan kesiapan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan Jepang. Untuk itu pemerintah memastikan bahwa SDM yang disiapkan berasal dari tenaga terampil, tersertifikasi. Selain itu juga serta relevan dengan kebutuhan industri perikanan modern di Jepang.
Hal tersebut mengemuka saat peluncuran program The Project for Indonesia–Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy. Program ini merupakan kerja sama strategis untuk memperkuat kapasitas SDM Indonesia sekaligus mendukung permintaan tenaga kerja di Jepang. Program ini resmi berjalan setelah KKP menggelar pertemuan courtesy call dengan JICA Experts.
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris BPPSDM KP, Lilly Aprilya Pregiwati, menyampaikan penghargaan terhadap dukungan Pemerintah Jepang dan JICA . Menurutnya JICA konsisten membantu pengembangan SDM kelautan dan perikanan. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia saja. Akan teetapi juga menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang. Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra yang andal dalam menyediakan tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi. Dan tidak kalah penting sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Lilly, mengutip siaran pers KKP, Rabu (8/4). Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk memasuki pasar kerja Jepang yang sangat kompetitif.
Penguatan Sistem Pelatihan dan Penyelarasan Standar Industri Jepang
Lilly menjelaskan dukungan ini penting dalam membangun fondasi sistem pelatihan yang lebih kuat, modern, dan sesuai standar internasional. Ia menambahkan bahwa proses penyelarasan pelatihan dengan kebutuhan industri Jepang menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kami berkomitmen untuk memastikan implementasi proyek ini berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” tambahnya.
Melalui proyek ini, Indonesia menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan penting, mulai dari pelatihan hingga pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran yang mutakhir. Selain itu juga mencakup penugasan tenaga ahli, termasuk pengajar bahasa Jepang untuk memastikan peserta mampu berkomunikasi sesuai standar industri.
Program kerja sama ini berlangsung selama tiga tahun sejak kedatangan JICA Experts pada 30 Maret 2026. Untuk mendukung implementasi, pemerintah menunjuk tiga lokasi utama yaitu Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Jakarta. Kemudian Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.
Delegasi Indonesia–Jepang Bertemu, Bahas Arah Implementasi Program
Lilly optimistis bahwa sinergi Indonesia–Jepang ini akan menghasilkan SDM kelautan dan perikanan berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar global, terutama Jepang. Ia menegaskan pentingnya keharmonisan kerja sama demi keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Pertemuan resmi ini juga menjadi ajang perkenalan delegasi dari kedua negara. dari Indonesia tampak jajaran KKP. Tampak Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP) Alan Frendy Koropitan. Kemudian ada Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) Joni Haryadi D. Hadir pula Direktur Politeknik AUP Aris Widagdo. Selain itu juga ada Kepala BPPP Ambon Abubakar, hingga perwakilan dari Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri BPPSDM KP.
Dari pihak Jepang, hadir jajaran JICA Experts seperti Chief Advisor Hireko Yukihara, Project Coordinator Isamu Kuboki. Mereka didampingi beberapa tenaga ahli yang akan terlibat langsung dalam implementasi proyek.
Selain itu delegasi Indonesia dan Jepang meninjau kantor sekretariat proyek Indonesia–Jepang yang berlokasi di Politeknik AUP Kampus Jakarta. Kunjungan itu sekaligus persmian langsung oleh Direktur Politeknik AUP, Aris Widagdo. Melalui proyek ini, pemerintah berharap dapat mendukung program prioritas nasional. Kemudian juga menciptakan tenaga kerja kompeten, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja profesional yang diakui dunia internasional.













