NEWS.KOBA.CO.ID. Sebanyak 12 siswa LPK Koba Mirai Japan (periode kelas November 2025) mengikuti pembekalan intensif untuk menghadapi ujian JFT-Basic. Ujian ini adalah sebuah tes kemampuan bahasa Jepang yang menjadi syarat penting bagi calon pekerja migran. Selain itu lolos ujian JFT- Basic ini juga menjadi syarata ingin bekerja di Jepang dengan visa Specified Skilled Worker (SSW). Program ini berlangsung sebagai bagian dari persiapan rutin lembaga untuk memastikan seluruh peserta memiliki kemampuan bahasa Jepang dasar yang sesuai standar kerja di Jepang.
Ujian JFT-Basic sendiri merupakan tes resmi yang penyelegnngaranya adalah Japan Foundation. JFT yang merupakan kepanjangan dari Japan Foundation Test yang khusus untuk calon pekerja migran, termasuk peserta dari Indonesia yang ingin bekerja di Jepang melalui skema visa SSW atau Tokutei Ginou. Tes ini menilai kemampuan komunikasi dasar yang untuk kehidupan sehari-hari di Jepang. Ujian ini setara dengan level A2 CEFR atau N4 JLPT.
Percaya Diri
Rizki Budiman sensei yang memimpin pembekalan menegaskan pentingnya kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian tersebut. Ia menyampaikan, “Pembekalan ini bukan hanya untuk mengajari siswa cara menjawab soal, tetapi juga membangun rasa percaya diri mereka. Saya ingin seluruh peserta memahami konteks bahasa Jepang yang nantinya terpakai dalam kehidupan saat bekerja. Selain itu mereka bisa lebih siap saat tiba di Jepang nanti.
JFT-Basic populer sebagai ujian berbasis komputer (CBT) yang terdiri dari sekitar 50 soal dengan durasi 60 menit. Ujian ini bisa berlangsung di berbagai lokasi resmi seperti kota-kota besar di Indonesia. Melalui sistem pendaftaran daring dari Prometric. Selain itu peserta juga mengeluarkan biaya yang harus untuk ikut ujian ini. Mereka mampu melewati empat komponen utama: aksara dan kosakata, percakapan dan ekspresi, mendengarkan (choukai), serta membaca (dokkai). Keempat bagian tersebut tersaji secara acak sehingga peserta perlu menguasai semua materi secara merata.
Dalam pembekalan, siswa LPK Koba Mirai Japan mendapatkan materi yang menyesuaikan format ujian, mulai dari latihan kosakata. Selain itu juga pembiasaan membaca cepat, hingga simulasi listening. Sensei Rizki menambahkan bahwa latihan-latihan tersebut membantu siswa memahami pola soal yang sering muncul dalam JFT-Basic. “Saya ingin siswa belajar secara bertahap, tidak terburu-buru, dan memahami bahwa keberhasilan mereka di ujian ini. Sebab ujian menjadi gerbang awal menuju impian bekerja di Jepang,” ujarnya.
Komitmen Koba
Salah satu peserta mengaku merasa lebih percaya diri setelah mengikuti pembekalan. Rizki menyampaikan bahwa metode pengajaran yang interaktif membantu memahami materi dengan lebih mudah. ” Utamanya bagian listening yang banyak peserta menganggapnya sulit, ” ungkap Rizki.
LPK Koba Mirai Japan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para siswa agar siap menghadapi berbagai persyaratan kerja di Jepang, termasuk penguasaan bahasa. Melalui pembekalan JFT-Basic ini, lembaga berharap seluruh peserta dapat lulus dan segera melanjutkan proses menuju keberangkatan resmi sebagai calon pekerja dengan visa SSW.
Dengan persiapan yang matang dan bimbingan intensif, para siswa kini melangkah lebih dekat menuju kesempatan bekerja di Jepang dan meraih masa depan yang lebih baik.













