Bandara di Jepang Gunakan Nama Pokémon untuk Dongkrak Wisata dan Pulihkan Wilayah Noto

bandara
Pikachu salah satu tokoh di Pokémon

Pemerintah setempat akan menambahkan nama “Pokémon” pada Bandara Noto mulai 7 Juli 2026 hingga 30 September 2029.

NEWS.KOBA.CO.ID. Pemerintah Jepang terus mencari cara kreatif untuk memulihkan wilayah terdampak bencana. Salah satu langkah terbaru datang dari Prefektur Ishikawa, Jepang tengah. Pemerintah setempat akan menambahkan nama “Pokémon” pada Bandara Noto mulai 7 Juli 2026 hingga 30 September 2029. Harapannya langkah ini mampu menarik wisatawan sekaligus membangkitkan semangat masyarakat setempat.

Bandara tersebut nantinya bernama “Bandara Noto Satoyama Pokémon With You”. Program ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi Semenanjung Noto. Wilayah itu sempat mengalami gempa bumi besar saat Tahun Baru 2024. Bencana kemudian menysuul hujan lebat membuat memperparah kerusakan di beberapa kawasan.

Melansir laman antaranews.com pemerintah daerah ingin menghadirkan suasana lebih ceria bagi anak-anak dan keluarga di Noto. Selain meningkatkan sektor wisata, proyek ini juga bertujuan menghidupkan kembali ekonomi daerah yang terdampak bencana.

Gubernur Ishikawa, Yukiyoshi Yamano, menyampaikan harapannya terhadap proyek tersebut. “Saya ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak di Noto dan membangkitkan semangat mereka sebanyak mungkin,” kata Gubernur Ishikawa Yukiyoshi Yamano.

Usulan Yayasan

Nama baru bandara itu berasal dari usulan Yayasan Pokémon With You. Yayasan tersebut merupakan bentukan karyawan perusahaan Pokémon, The Pokémon Co. Organisasi itu aktif menjalankan kegiatan sosial dan dukungan kemanusiaan di berbagai daerah Jepang.

Usulan penggunaan nama Pokémon muncul sejak April tahun lalu. Pemerintah Prefektur Ishikawa kemudian menyambut ide tersebut karena mampu meningkatkan daya tarik wisata. Karakter Pokémon memiliki penggemar besar dari berbagai negara. Kehadiran tema Pokémon akan dapat menarik wisatawan domestik maupun internasional.

Bandara Noto sendiri berada di Kota Wajima. Selama ini masyarakat mengenalnya dengan nama Bandara Noto Satoyama. Istilah “Satoyama” merujuk pada ekosistem pedesaan Jepang. Kawasan ini menggabungkan ladang pertanian, hutan, dan lingkungan alami yang santat terjaga oleh masyarakat setempat.

Konsep Satoyama menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam. Karena itu, pemerintah daerah ingin tetap mempertahankan identitas budaya lokal meski menghadirkan tema modern dari Pokémon.

Bandara bertema Pokémon tersebut akan menghadirkan sedikitnya 111 karakter Pokémon. Pengunjung juga bisa menemukan berbagai dekorasi khusus di area terminal. Selain itu, bandara akan membuka toko resmi dengan beragam pernak-pernik eksklusif bertema Pokémon.

Pemerintah berharap fasilitas itu dapat meningkatkan pengalaman wisata keluarga. Menurut perkiraan anak-anak menjadi kelompok paling antusias terhadap konsep baru bandara tersebut.

Tak hanya fokus pada bandara, pemerintah dan Yayasan Pokémon With You juga menyiapkan proyek lain di kawasan terdampak bencana. Mereka akan memasang penutup lubang got bertema Pokémon di beberapa titik wilayah Noto. Jepang memang terkenal dengan desain penutup lubang got unik yang sering menjadi daya tarik wisata.

Selain itu, fasilitas cuci kaki dengan dekorasi karakter Pokémon juga akan hadir di area tertentu. Harapannya dengan adanya fasilitas tersebut mampu menciptakan suasana lebih hangat dan menyenangkan bagi warga serta wisatawan.

Strategi Kolaborasi

Strategi kolaborasi antara budaya populer dan pariwisata sebenarnya sudah sering ada di Jepang. Banyak daerah memanfaatkan karakter anime atau game untuk meningkatkan kunjungan wisata. Namun, proyek di Noto memiliki makna lebih dalam karena berkaitan dengan pemulihan pascabencana.

Pemerintah daerah berharap wisatawan tidak hanya datang menikmati tema Pokémon. Mereka juga ingin pengunjung melihat proses kebangkitan wilayah Noto setelah bencana besar.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana industri hiburan Jepang dapat mendukung pemulihan sosial dan ekonomi daerah. Dengan popularitas global Pokémon, pemerintah optimistis proyek tersebut mampu membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.

Media Jepang, Kyodo, melaporkan proyek ini akan berjalan hingga akhir September 2029. Selama periode tersebut, berbagai kegiatan promosi wisata juga diperkirakan akan terus digelar untuk memperkenalkan Noto kepada dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *