Berita  

Lemari Es Manusia Jepang Jadi Solusi Baru Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Cukup 10 Menit Turunkan Suhu Tubuh

lemari es
Lemari es manusia Jepang menjadi inovasi baru untuk mendinginkan tubuh dalam 10 menit dan membantu mencegah serangan panas saat musim panas ekstrem. ( Foto : Trusco)

NEWS.KOBA.CO.ID. Musim panas ekstrem mendorong lahirnya berbagai inovasi di Jepang. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lemari es manusia Jepang. Sebuah bilik pendingin untuk membantu menurunkan suhu tubuh secara cepat bagi mereka yang bekerja di lingkungan bersuhu tinggi.

Inovasi ini hadir ketika suhu udara di sejumlah wilayah Jepang terus mencetak rekor baru. Gelombang panas tidak lagi menjadi persoalan musiman, melainkan tantangan kesehatan masyarakat. Mereka solusi praktis, cepat, dan mudah pemakaiannnya di berbagai lokasi kerja. Berbeda dari pendingin ruangan konvensional, lemari es manusia Jepang hanya untuk satu orang dalam satu waktu. Pengguna cukup masuk ke dalam bilik selama beberapa menit untuk merasakan penurunan suhu tubuh yang signifikan. Produk bernama Do Hiemon Box ini merupakan hasil inovasi perusahaan pendingin dan mesin penjual otomatis Jepang, SDRS. Adapun distributornya adalah perusahaan penyedia peralatan industri Trusco Nakayama.

Lemari Es Manusia Jepang Terinspirasi dari Mesin Penjual Otomatis

Keunikan Do Hiemon Box terletak pada sumber inspirasinya. Para pengembang mengadaptasi teknologi pendingin dari mesin penjual otomatis minuman yang tersebar hampir di seluruh Jepang. Teknologi tersebut kemudian menjadi ruang pendingin berukuran satu orang. Hasilnya adalah bilik yang mampu memberikan sensasi dingin hanya beberapa saat setelah pintu tertutup.

Dari luar, bentuknya memang menyerupai lemari pendingin berukuran besar. Namun, fungsi utamanya bukan menyimpan makanan atau minuman, melainkan membantu tubuh manusia kembali ke suhu yang lebih aman setelah terpapar panas ekstrem. Konsep tersebut lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Banyak pekerja harus beraktivitas berjam-jam di bawah sinar matahari tanpa memiliki fasilitas pendinginan yang memadai.

Cara Kerja Do Hiemon Box Mendinginkan Tubuh

Begitu pengguna masuk ke dalam bilik, suhu ruangan langsung terasa lebih rendah. Melansir laman japantoday.com, interior Do Hiemon Box dapat mempunyai suhu sekitar 15 derajat Celsius. Hl inilah yang membuat tubuh segera merasakan perubahan temperatur. Di dalam bilik tersedia kursi yang telah menyatu dengan struktur utama. Setelah duduk, sistem akan menghembuskan udara bersuhu sekitar 5 derajat Celsius ke bagian kepala, leher, bahu, dan punggung. Bagian-bagian tubuh tersebut dipilih karena berperan penting dalam membantu proses pelepasan panas. Pendinginan pada area itu membuat tubuh lebih cepat mencapai suhu yang nyaman.

Menurut pengembangnya, pengguna mulai merasakan efek pendinginan hanya dalam waktu sekitar lima menit. Sementara itu, penggunaan selama sepuluh menit cukup membantu menurunkan suhu tubuh dan mengurangi gejala awal kelelahan akibat panas.

Sasaran utama lemari es manusia Jepang bukanlah rumah tangga. peruntukan prroduk inik ini yang memiliki pekerja dengan paparan panas tinggi setiap hari. Lokasi konstruksi menjadi salah satu tempat yang paling membutuhkan fasilitas tersebut. Selain itu, bilik pendingin juga cocok untuk pabrik, gudang logistik, pelabuhan, hingga lokasi penyelenggaraan acara luar ruang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang menghadapi peningkatan kasus serangan panas pada pekerja. Kondisi itu mendorong perusahaan mencari solusi yang lebih efektif daripada hanya menyediakan kipas atau ruang istirahat biasa. Do Hiemon Box hadir sebagai ruang pemulihan singkat. Pekerja dapat masuk beberapa menit sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Hemat Energi dan Mudah

Selain mengutamakan fungsi pendinginan, pengembang juga memperhatikan efisiensi penggunaan energi. Do Hiemon Box hanya membutuhkan konsumsi listrik sekitar setengah dari pendingin udara portabel pada umumnya. Produk ini juga tidak memerlukan proses instalasi permanen. Pengguna cukup menempatkannya pada lokasi yang diinginkan lalu menghubungkannya dengan sumber listrik.

Roda yang terpasang pada bagian bawah membuat bilik mudah dipindahkan. Fleksibilitas tersebut memudahkan perusahaan menyesuaikan lokasi penggunaan sesuai kebutuhan operasional. Untuk menjaga keamanan pengguna, sistem akan berhenti secara otomatis setelah 20 menit. Fitur tersebut mencegah tubuh mengalami pendinginan berlebihan. Selain itu, pengguna dapat memilih tiga tingkat aliran udara sesuai kebutuhan. Pengaturan tersebut memberikan kenyamanan bagi setiap individu.

Gelombang Panas Jepang Dorong Lahirnya Inovasi Baru

Kehadiran lemari es manusia Jepang tidak dapat dipisahkan dari kondisi cuaca yang semakin ekstrem. Pemerintah Jepang bahkan mulai menggunakan istilah baru untuk menggambarkan hari-hari dengan suhu melampaui 40 derajat Celsius. Peningkatan suhu juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dalam satu hari saja, sebanyak 48 orang dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit Tokyo akibat serangan panas.

Fenomena tersebut membuat pemerintah daerah dan dunia usaha terus mencari teknologi yang mampu melindungi pekerja maupun masyarakat. Upaya pencegahan kini menjadi fokus utama karena risiko heatstroke terus meningkat setiap musim panas. Do Hiemon Box menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut. Teknologi sederhana ini menawarkan cara cepat untuk menurunkan suhu tubuh sebelum kondisi kesehatan memburuk.

Saat ini, Do Hiemon Box dipasarkan dengan harga sekitar 1,5 juta yen di luar pajak. Harga tersebut membuat pasar utamanya masih terbatas pada perusahaan dan institusi. Meski demikian, peluang penggunaannya diperkirakan akan terus berkembang. Jika suhu musim panas Jepang terus meningkat, bilik pendingin ini berpotensi hadir di lebih banyak ruang publik.

Stasiun kereta, taman kota, kawasan industri, hingga lokasi wisata dapat menjadi tempat yang memanfaatkan teknologi tersebut. Kehadirannya bahkan diprediksi bisa menjadi pemandangan umum seperti mesin penjual otomatis yang kini tersebar di hampir seluruh Jepang. Di tengah perubahan iklim global, inovasi seperti lemari es manusia Jepang menunjukkan bahwa teknologi dapat berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Solusi tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *