NEWS.KOBA.CO.ID. Kedutaan Besar Jepang di Indonesia kembali menggelar Festival Jak-Japan Matsuri (JJM) pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Festival ini menjadi salah satu agenda budaya terbesar yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui berbagai kegiatan seni, hiburan, kuliner, serta pertukaran budaya. Jak-Japan Matsuri telah menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara selama bertahun-tahun. Melalui festival ini, masyarakat Indonesia dapat mengenal budaya Jepang secara lebih dekat, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin antara kedua bangsa.
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Hoshino Daisuke, menjelaskan bahwa Jak-Japan Matsuri merupakan bentuk nyata komitmen Jepang dalam memperluas pertukaran budaya dengan Indonesia. “Acara tahunan ini merupakan komitmen Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada seluruh masyarakat Indonesia,” Kata Hoshino Daisuke di Kantor Tempo pada Kamis, 11 Juni 2026.
Festival Budaya Terbesar Jepang di Indonesia
Jak-Japan Matsuri populer sebagai ajang pertukaran budaya tahunan terbesar antara Jepang dan Indonesia. Setiap tahun, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan budaya, mulai dari musik modern Jepang, seni tradisional, hingga berbagai kuliner khas Negeri Sakura.
Penyelenggara juga menghadirkan pameran budaya, pertunjukan komunitas, bazar produk Jepang, serta berbagai aktivitas interaktif yang dapat seluruh kalangan masyarakat dapat menikmatinya. Kehadiran festival ini menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif untuk mempererat hubungan kedua negara. Menurut Hoshino Daisuke, diplomasi budaya memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, pemahaman dan kedekatan antarwarga kedua negara dapat tumbuh secara alami.
Siapkan Penampil Lebih Beragam
Pada penyelenggaraan sebelumnya, festival ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dengan menghadirkan berbagai penampil populer. Salah satunya adalah penampilan grup idola JKT48. Untuk Jak-Japan Matsuri 2026, Kedutaan Besar Jepang berencana menghadirkan lebih banyak pengisi acara dari berbagai bidang hiburan. Sejumlah nama masih menjadi pertimbangan untuk meramaikan panggung utama festival.
Melansir laman tempo.co. Daisuke mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya ingin menghadirkan kelompok idola terkenal, tetapi juga musisi dan seniman yang dapat menjangkau berbagai kalangan pengunjung. Tahun lalu, selain JKT48, festival ini juga menghadirkan penyanyi Dikta yang mendapat sambutan positif dari pengunjung. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun konsep hiburan tahun ini.
Selain menyiapkan berbagai penampilan menarik, Kedutaan Besar Jepang juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, organisasi, serta komunitas lokal. Langkah ini adalah agar penyelenggaraan Jak-Japan Matsuri semakin meriah dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Buka Kerjasama
Menurut Daisuke, keterlibatan berbagai pihak akan memperkaya kegiatan festival sekaligus memperluas manfaat pertukaran budaya. “Kami berharap rekan-rekan media, khususnya Tempo, dapat menyebarluaskan informasi tentang festival kebudayaan ini,” ucap Kepala Perwakilan Kedubes Jepang di Indonesia ini. Dukungan media menjadi penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan publikasi yang luas, semakin banyak warga yang dapat mengetahui dan menikmati rangkaian acara yang mereka siapkan.
Daisuke menegaskan bahwa Kedutaan Besar Jepang memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong hubungan baik antara Indonesia dan Jepang. Salah satu caranya adalah melalui kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, Jak-Japan Matsuri bukan sekadar festival hiburan. Acara ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan nilai, tradisi, serta perkembangan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia. “Ini merupakan tanggung jawab kami untuk mengadakan Jak-Japan Matsuri dan memberikan kesempatan bagi warga Indonesia untuk mengenal lebih jauh tentang Jepang,” kata Daisuke.
Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral yang kuat tidak hanya terbangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi antarmasyarakat. Karena itu, kegiatan budaya seperti Jak-Japan Matsuri memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan kedua negara.
Dengan kembali hadirnya Jak-Japan Matsuri 2026, Jepang dan Indonesia menunjukkan bahwa hubungan bilateral tidak hanya berkembang melalui kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pertukaran budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Festival ini diharapkan kembali menjadi ruang pertemuan yang mempererat persahabatan kedua bangsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia.













