Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang Juli 2026 ada Debut pegulat sumo Mongolia

anime
A Witch in Mongolia tayang 4 Juli 2026 dengan kisah sejarah-fantasi Mongol dan debut pegulat sumo Mongolia sebagai pengisi suara.

NEWS. KOBA.CO.ID. Penggemar anime sejarah dan fantasi akhirnya mendapatkan kabar yang anime ini akan tayang . Serial Jaadugar: A Witch in Mongolia siap menghibur pada 4 Juli 2026. CyberAgent mengumumkan informasi tersebut sebagai bagian dari promosi terbaru dari serial manga populer karya Tomato Soup.

Anime ini mengangkat kisah yang memadukan unsur sejarah, petualangan, dan fantasi. Ceritanya mengambil latar pada masa kejayaan Kekaisaran Mongol di abad ke-13. Latar tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena jarang menjadikannya dalam produksi anime Jepang.

Selain mengumumkan jadwal tayang, pihak produksi juga memperkenalkan sejumlah informasi baru yang langsung menarik perhatian penggemar. Salah satunya adalah keterlibatan dua pegulat sumo profesional asal Mongolia yang akan menjalani debut sebagai pengisi suara anime.

Debut Tamawashi dan Tamashoho di Dunia Anime

Kehadiran dua atlet sumo Mongolia menjadi salah satu sorotan utama menjelang penayangan serial ini. Ichiro Tamawashi atau Tamawashi mendapat peran penting sebagai Genghis Khan, tokoh bersejarah yang mendirikan Kekaisaran Mongol. Sementara itu, Manpei Tamashoho atau Tamashoho akan mengisi suara seorang prajurit Mongolia. Karakter tersebut adalah sebagai sosok pemberani, tangguh, dan memiliki semangat juang tinggi.

CyberAgent juga merilis video komentar berbahasa Inggris yang menampilkan kedua atlet tersebut. Dalam video itu, mereka berbagi pengalaman saat pertama kali terlibat dalam proses pengisian suara anime. Keterlibatan figur asli Mongolia ternyata mampu menghadirkan nuansa yang lebih kuat pada serial ini. Kehadiran mereka juga menjadi nilai tambah karena latar cerita sangat erat dengan sejarah dan budaya Mongolia.

Perjalanan Sitara

Jaadugar: A Witch in Mongolia berpusat pada kisah seorang gadis bernama Sitara. Cerita bermula di sebuah pasar budak di Iran pada abad ke-13. Sitara harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan ibunya. Ia juga terpisah jauh dari tanah kelahirannya. Dalam kondisi tersebut, ia hidup tanpa harapan dan tidak memiliki kemampuan untuk bertahan sendiri.

Nasibnya mulai berubah ketika sebuah keluarga cendekiawan menerima dirinya. Lingkungan baru itu memberikan kesempatan bagi Sitara untuk belajar dan berkembang. Di tengah kehidupan yang lebih tenang, Sitara mulai mengenal kekuatan pengetahuan. Ia mempelajari berbagai hal yang kemudian membentuk perjalanan hidupnya.

Namun ketenangan tersebut tidak berlangsung lama. Pada saat yang sama, Kekaisaran Mongol di bawah kepemimpinan Genghis Khan terus memperluas wilayah kekuasaannya. Pasukan Mongol menaklukkan banyak negeri dan memperbesar pengaruh mereka di berbagai kawasan dunia. Ketika ekspansi itu mencapai kota tempat Sitara tinggal, kehidupannya berubah drastis. Peristiwa tersebut menjadi awal dari perjalanan besar yang akan menentukan masa depannya. Sejak saat itu, Sitara terlibat dalam pusaran sejarah yang mengubah nasib banyak orang.

Proyek ini juga mendapat perhatian karena melibatkan sederet kreator berpengalaman dalam industri anime Jepang Naoko Yamada bertugas sebagai chief director. Namanya terkenal luas melalui karya-karya sukses seperti A Silent Voice. Kemudian ada The Heike Story, dan The Colors Within.

Posisi sutradara adalah Abel Gongora. Sebelumnya, ia terlibat dalam produksi Scott Pilgrim Takes Off dan DAN DA DAN Season 2. Studio Science SARU menangani produksi animasi serial ini. Studio tersebut memiliki reputasi kuat dalam menghadirkan visual yang unik dan inovatif. Untuk desain karakter, tim produksi menunjuk Kenichi Yoshida. Ia terkenal melalui kontribusinya dalam Eureka Seven dan Gundam: Reconguista in G. Sementara itu, Kanichi Kato bertanggung jawab atas komposisi cerita. Musik serial ini oleh Koshiro Hino. Anime tersebut juga menggandeng grup musik populer Jepang, SEKAI NO OWARI. Grup itu akan membawakan lagu pembuka berjudul Stella.

Deretan Pengisi Suara Berpengalaman

Selain Tamawashi dan Tamashoho, serial ini menghadirkan banyak nama besar dalam dunia pengisi suara Jepang. Houko Kuwashima mengisi suara Fatima. Ami Koshimizu berperan sebagai Toregene. Akira Sekine memerankan tokoh utama, Sitara.

Jun Saito mengisi suara Muhammad. Miyu Irino berperan sebagai Shira. Hiro Shimono memerankan Ogedei. Ryota Suzuki mengisi suara Tolui. Kenji Nojima memerankan Jochi. Daisuke Namikawa akan hadir sebagai Chagatai. Kombinasi para pengisi suara berpengalaman dan talenta baru diharapkan mampu memberikan warna tersendiri bagi serial ini.

Manga karya Tomato Soup yang menjadi sumber cerita anime ini pertama kali terbit di platform Souffle milik Akita Shoten pada September 2021. Sejak awal publikasi, manga tersebut mendapat respons positif dari pembaca. Popularitasnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Prestasi penting datang ketika manga ini menempati peringkat pertama kategori pembaca perempuan dalam buku panduan Kono Manga ga Sugoi! 2023. Tidak hanya itu, karya tersebut juga beberapa kali masuk nominasi Manga Taisho Awards. Baru-baru ini, manga tersebut berhasil meraih Grand Prize kategori komik pada Japan Cartoonists Association Awards ke-55.

Berbagai pencapaian tersebut memperkuat ekspektasi tinggi terhadap adaptasi animenya. Dengan cerita yang kuat, latar sejarah yang unik, dan tim produksi berpengalaman, Jaadugar: A Witch in Mongolia berpotensi menjadi salah satu anime paling menarik pada musim panas 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *