NEWS.KOBA.CO.ID. Penyanyi Afgan Syahreza menghidupkan antusiasme besar saat ia berbagi bocoran mengenai sesuatu yang ia sebut sebagai kejutan utama dalam konser tunggal bertajuk Retrospektif. Ia menyampaikan rencana duetnya ketika tampil dalam konferensi pers di kawasan Senayan. Afgan menegaskan bahwa ia menyiapkan kolaborasi spesial dengan salah satu penyanyi yang ia idolakan sejak lama.
“Nanti ada satu saya berduet dengan salah satu penyanyi idola saya, saya belum boleh ‘spill’ siapa di sini,” ujarnya. Kalimat tersebut langsung memicu rasa penasaran para penggemarnya yang hadir maupun yang mengikuti acara itu melalui media sosial.
Rangkaian Medley Baru yang Menyajikan Satu Cerita Penuh
Afgan memaparkan bahwa kolaborasi tersebut tidak hadir sebagai lagu tunggal, melainkan sebagai medley yang ia susun dengan pendekatan cerita. Ia merangkai beberapa lagu agar mengalir seperti karya baru yang menyimpan emosi berbeda.
“Kita akan menyanyikan ‘medley’ dan ‘medley’-nya itu jadi satu cerita dan berujung dengan ibaratnya bikin lagu barulah ya,” ungkap pelantun Panah Asmara itu. Ia menekankan bahwa proses penggarapan medley tersebut berlangsung intens karena ia ingin menghadirkan nuansa segar bagi para penonton yang sudah mengikuti perjalanan kariernya selama bertahun-tahun.
Afgan juga menilai bahwa konsep ini membuka ruang kreatif yang lebih luas. Ia menciptakan alur musikal yang merefleksikan perjalanan panjangnya, mulai dari lagu-lagu awal hingga karya-karya yang ia rilis dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan naratif itu menjadi alasan utama mengapa pertunjukan nanti menawarkan pengalaman berbeda dibanding konser-konser sebelumnya.
Panggung Megah di JCC dengan Sentuhan Orkestra Erwin Gutawa
Konser Retrospektif akan berlangsung di Plenary Hall pada 18 Juli 2026. Panggung megah itu akan diperkaya oleh sentuhan orkestra yang dipimpin langsung oleh Erwin Gutawa.
Erwin memberikan pandangannya mengenai kualitas vokal Afgan yang menurutnya selaras dengan eksplorasi musik orkestra. “Afgan memiliki kemampuan teknis dan warna suara yang sangat cocok dengan iringan musik orkestra,” ucapnya. Pandangan itu semakin meyakinkan para penggemar bahwa konser ini akan menghadirkan standar musikal tinggi.
Erwin melihat karakter vokal Afgan mampu menembus dinamika orkestra yang menuntut presisi dan kepekaan tinggi. Ia menilai perpaduan itu akan memperkaya dimensi pertunjukan sehingga membuat suasana konser terasa lebih dramatis sekaligus elegan.
Antusiasme Penonton Terpantau dari Penjualan Tiket
Antusiasme publik untuk menyaksikan konser Retrospektif terlihat jelas dari penjualan tiket yang berlangsung cepat. Promotor acara, Dolly Sartika, menjelaskan bahwa promosi dan persiapan berlangsung intens sejak tahap awal. Ia mewakili Seven Star Production dan memaparkan bahwa pihaknya menyediakan tiket dalam berbagai kategori, mulai dari Festival, Bronze, Silver, Diamond, VIP hingga VVIP.
Dolly menuturkan bahwa tiket prapenjualan ludes hanya dalam hitungan menit. Tiket VVIP yang dibanderol antara Rp6,5 juta hingga Rp9,5 juta bahkan menjadi kategori pertama yang habis. Tiket reguler yang tersedia saat ini dimulai dari kisaran Rp800 ribuan dan masih diminati banyak penonton yang ingin menyaksikan konser tersebut secara langsung.
Situasi itu menunjukkan bahwa karya Afgan masih memiliki tempat kuat di hati para pendengarnya. Kejutan duet, konsep medley baru, hingga kehadiran orkestra membuat publik merasa bahwa konser ini akan menjadi salah satu pertunjukan musik terbesar pada 2026.
Konser Retrospektif hadir bukan hanya sebagai ajang nostalgia, tetapi juga sebagai perayaan perjalanan musik Afgan yang terus berkembang. Ia menyiapkan konsep kreatif, kolaborasi rahasia, dan rangkaian cerita bermusik yang memadukan memori dengan eksplorasi baru.
Dengan jajaran musisi berpengalaman, dukungan orkestra, serta sentuhan artistik kelas tinggi, konser ini berpotensi menjadi salah satu momen monumental dalam kariernya. Para penggemar kini hanya menunggu waktu hingga misteri penyanyi idolanya terungkap di atas panggung.













