Muhaimin Iskandar Lepas 200 Lulusan SMK ke Jepang Untuk Bekerja

SMK Go Global
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, secara resmi melepas keberangkatan 200 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Program SMK Go Global merupakan merupakan instruksi dari Prabowo Subianto pascarapat kabinet pada 5 November 2025.  Selain itu langkah ini menegaskan prioritas negara dalam memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke kancah global.

NEWS.KOBA. CO.ID. Sebanyak 200 lulusan SMK resmi berangkat ke Jepang untuk bekerja di sektor manufaktur melalui skema Specified Skilled Worker (SSW). Keberangkatan ini menjadi tonggak pertama implementasi program nasional SMK Go Global. Program ini merupakan  sebuah inisiatif pemerintah yang membuka jalan bagi tenaga kerja muda Indonesia memasuki pasar kerja internasional. Secara langsung Abdul Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melepas mereka di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jumat (3/4).

Program SMK Go Glolal merupakan merupakan instruksi dari Prabowo Subianto pascarapat kabinet pada 5 November 2025.  Selain itu langkah ini menegaskan prioritas negara dalam memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke kancah global. Dalam sambutannya, Muhaimin menekankan bahwa program ini bukan sekadar pengiriman pekerja ke luar negeri, tetapi bagian dari strategi besar penyiapan SDM berdaya saing global. “Program SMK Go Global yang berjalan hari ini adalah langkah awal, sebuah fase piloting yang mendapatkan pembiayaan CSR BUMN. Dari sini dapat menguji dan kemudian menyempurnakan model program sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler,” ujarnya.

Muhaimin menekankan bahwa pekerja migran merupakan aset penting dalam pembangunan ekonomi jangka panjang. Pemerintah, katanya, akan memastikan perlindungan menyeluruh bagi para PMI selama bekerja di Jepang, mulai dari aspek hukum, sosial, hingga kesejahteraan ekonomi. “Dengan bekal pengetahuan, budaya kerja, dan jejaring global, PMI dapat berkontribusi dalam membangun industri domestik. Negara akan terus hadir untuk melindungi dan memfasilitasi PMI agar dapat bekerja secara profesional dan aman,” tegasnya.

Para pekerja yang berangkat berasal dari tiga jalur kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Sebanyak 50 peserta mendapatkan fasilitas melalui program CSR PT Angkasa Pura. Sementara 30 peserta berangkat melalui CSR PT Kereta Api Indonesia. Adapun 120 peserta lainnya mendapat fasilitas dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Kehadiran pimpinan berbagai lembaga menunjukkan komitmen kolektif dalam mendukung ekspansi tenaga kerja Indonesia. Nampak hadir dalamaAcara pelepasan Direktur Utama PT Angkasa Pura, Ristiyanto Eko Wibowo. Kemudian ada Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis ini.

SMK Go Global : Strategi Menjawab Tantangan Pasar Kerja Internasional

SMK Go Global menjadi salah satu program prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo. Program ini adalah mempersiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing di tingkat internasional melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri global. Muhaimin menjelaskan bahwa fase piloting yang berlangsung saat ini akan menjadi fondasi bagi implementasi skema reguler. Setiap proses, mulai dari pelatihan, rekrutmen, hingga penempatan, dirancang untuk memastikan kesesuaian dengan standar kerja internasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kesejahteraan bagi generasi muda.

Selain mendapatkan keterampilan teknis, para peserta juga mendapat pelatihan bahasa, budaya kerja Jepang, hingga etika profesional agar mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja manufaktur Jepang. Pemerintah berharap pengalaman bekerja di luar negeri akan menjadi modal penting saat para PMI kembali ke Indonesia, membawa pulang praktik terbaik yang dapat mendorong transformasi industri lokal. Pemerintah menaruh harapan besar pada para lulusan SMK yang berangkat melalui program ini. Mereka tidak hanya dipandang sebagai pekerja migran, tetapi juga sebagai duta bangsa yang membawa pengetahuan baru, etos kerja tinggi, dan jejaring internasional. Muhaimin menegaskan bahwa ekspansi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri harus terus meluas. Hal ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus meningkatkan daya saing bangsa. “Pelepasan hari ini adalah bukti nyata bahwa SMK Go Global menjadi kunci dalam membuka akses dan memperluas ekspansi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri,” ujarnya.

Harapannya para PMI menjadi katalis transformasi ekonomi ketika kembali ke tanah air, baik sebagai tenaga ahli, wirausahawan, maupun mentor bagi generasi berikutnya. Dengan demikian, dampak program ini tidak hanya bagi peserta, namun juga memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *