Berita  

BAZNAS dan Kemnaker RI Lepas 213 Peserta Program Magang ke Jepang

jepang
ilustrasi

NEWS. KOBA.CO.ID. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI melepas ratusan peserta Program Fasilitasi Magang ke Jepang. Acara pelepasan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya memperluas akses kesempatan kerja bagi generasi muda Indonesia. Selain itu juga mengangkat derajat ekonomi mustahik melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

Acara yang berlangsung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Senin (20/4) melepas sebanyak 213 orang. Adapun 31 orang di antaranya merupakan penerima manfaat Baznas ini. Menurut Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., program magang ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah. “Melalui melalui program ini harapannya para penerima manfaat ini dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” ujar Idy. Selain itu, program ini juga memperluas lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya program tersebut selaras dengan visi BAZNAS dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.

Kemudian Idy menambahkan bahwa BAZNAS memberikan bantuan pembiayaan bagi para peserta untuk mengikuti pelatihan tahap pertama. Pada tahap ini menargetkan pemberangkatan 3.000 peserta dalam kurun waktu lima tahun. Menurutnya, kesempatan magang ke Jepang bukan hanya peluang untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi pintu bagi peserta untuk membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.

Pembekalan dan Pengenalan BAZNAS untuk Peserta

Sementara itu Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum., memberikan arahan langsung kepada para peserta. Dalam kesempatan tersebut Farid mengajak seluruh peserta untuk menjalankan program magang dengan penuh integritas sekaligus menjadi representasi budaya Indonesia di Jepang.


“Para peserta akan membawa nama baik Bangsa Indonesia. Untuk itu saya berharap peserta dapat menjaga identitas sebagai seorang muslim. Sebab setiap tindakan yang dilakukan tidak hanya berdampak secara pribadi, tetapi juga mencerminkan citra Indonesia,”ujarnya. Farid juga memperkenalkan peran dan fungsi BAZNAS kepada para peserta. Farid juga mendorong mereka untuk menjadi teladan baik dalam etos kerja maupun dalam perilaku sehari-hari selama menjalani program magang.


Salah satu peserta asal Magelang, Jawa Tengah, Ihsanul Fiqi Iqbal Fahreza, menceritakan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti program ini. Ia mengungkapkan bahwa bantuan pembiayaan dari BAZNAS sangat membantunya mengikuti pelatihan tahap pertama.


Tanpa bantuan tersebut, katanya, sulit baginya melanjutkan proses pelatihan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Ibunya bekerja sebagai penjahit rumahan dan penghasilan keluarga tidak memungkinkan untuk menanggung biaya persiapan program magang internasional.


Ihsanul berharap setelah menyelesaikan program magang di Jepang. Selain itu juga dapat membuka usaha mandiri. Harapan lain adalah dapat membantu masyarakat lain mendapatkan kesempatan serupa, mengikuti jejak BAZNAS dalam memberdayakan mustahik agar semakin mandiri.

Tahapan Program: Sinergi BAZNAS dan Kemnaker

Program Fasilitasi Magang ke Jepang terdiri dari dua tahap pelatihan. BAZNAS menangani penuh pelatihan tahap pertama, mulai dari pembiayaan hingga pembinaan peserta. Pada tahap lanjutan, Kemnaker RI memfasilitasi pelatihan tahap kedua dan keberangkatan peserta ke Jepang.

Melalui skema ini, peserta mendapatkan dukungan komprehensif mulai dari persiapan, pelatihan, hingga keberangkatan resmi ke Jepang. Harapannya, peserta mampu membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.

Pprogram kolaborasi ini bukan sekadar menyediakan jalan menuju kesempatan kerja, tetapi juga menjadi sarana transformasi sosial. Dengan semakin banyak mustahik yang berhasil mandiri secara ekonomi, BAZNAS berharap mereka kelak menjadi muzaki yang dapat berkontribusi kembali untuk sesama. Program ini membuka pintu luas bagi peningkatan kesejahteraan. Kemudian membangun generasi muda Indonesia yang mampu bersaing secara global, sekaligus menjaga identitas dan nilai-nilai bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *