Festival Soma Nomaoi Fukushima Dibanjiri 40 Ribu Pengunjung

Festival Jepang
Festival Soma Nomaoi di Fukushima menarik 40 ribu pengunjung. Insiden kuda lepas menyebabkan enam orang terluka saat acara berlangsung.

Festival Soma Nomaoi terkenal sebagai salah satu tradisi tertua di Jepang. Acara ini sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun. Pemerintah Jepang juga menetapkannya sebagai warisan budaya rakyat tak benda yang penting.

NEWS.KOBA.CO.ID. Festival tradisional Jepang kembali menyita perhatian publik. Festival Soma Nomaoi yang gelaranhya berlangsung di Minami-Soma, Prefektur Fukushima, sukses menarik sekitar 40 ribu pengunjung pada hari utama pelaksanaannya, Minggu, 25 Mei 2026. Acara berkuda bersejarah itu menghadirkan atraksi samurai berkuda yang memukau ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Festival Soma Nomaoi terkenal sebagai salah satu tradisi tertua di Jepang. Acara ini sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun. Pemerintah Jepang juga menetapkannya sebagai warisan budaya rakyat tak benda yang penting. Suasana festival berlangsung meriah sejak pagi. Para penunggang kuda mengenakan baju zirah samurai lengkap sambil membawa bendera khas klan. Mereka memasuki arena dengan formasi rapi dan penuh semangat. Penampilan itu membuat pengunjung seolah kembali ke era perang samurai Jepang kuno.

Melansir laman Yomiuri Shimbun salah satu agenda utama festival ialah Katchu Keiba. Dalam atraksi tersebut, para prajurit berkuda berlomba di lintasan sepanjang sekitar 1,2 kilometer. Para peserta memacu kuda dengan kecepatan tinggi sambil tetap mengenakan zirah tradisional yang berat. Sorak penonton terdengar sepanjang perlombaan berlangsung. Banyak wisatawan mengabadikan momen itu menggunakan kamera dan ponsel. Festival ini memang terkenal karena memadukan sejarah, budaya, dan ketegangan balapan dalam satu acara besar.

Berbagai Pertunjukan

Selain Katchu Keiba, festival juga menghadirkan pertunjukan Shinki Soudatsusen. Dalam tradisi ini, para penunggang kuda berebut bendera suci yang ditembakkan ke udara menggunakan kembang api. Atraksi tersebut menjadi simbol keberanian dan kehormatan para samurai. Bendera yang melayang langsung menjadi rebutan puluhan peserta. Mereka memacu kuda dengan cepat sambil berusaha menangkap bendera sebelum jatuh ke tanah. Adegan itu menjadi salah satu bagian paling banyak memikat pengunjung setiap tahun.

Namun, kemeriahan festival sempat berubah tegang akibat insiden di arena pacuan. Seorang prajurit berkuda ada yang jatuh saat perlombaan berlangsung. Setelah penunggangnya terjatuh, kuda tersebut berlari tanpa kendali menuju area sekitar arena. Menurut penyelenggara acara, enam orang mengalami luka akibat insiden tersebut. Korban terdiri dari penonton dan anggota staf festival. Mereka tertabrak kuda atau terjebak dalam kepanikan saat hewan itu berlari liar.

Dua korban mengalami cedera serius. Petugas medis segera membawa mereka ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meski begitu, pihak penyelenggara memastikan tidak ada korban yang mengalami luka mengancam jiwa. Insiden itu langsung mendapat perhatian petugas keamanan festival. Beberapa staf terlihat membantu mengamankan lokasi dan menenangkan pengunjung. Acara tetap dilanjutkan setelah situasi dinilai aman dan terkendali.

Tentang Festival

Festival Soma Nomaoi sendiri menjadi salah satu ikon budaya penting di Fukushima. Tradisi ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjaga warisan sejarah samurai Jepang agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern. Setiap tahun, festival tersebut mendatangkan ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Banyak pengunjung datang khusus untuk menyaksikan langsung parade samurai berkuda yang jarang ditemukan di tempat lain.

Kehadiran festival juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh di sekitar Minami-Soma biasanya mengalami peningkatan pengunjung selama acara berlangsung. Pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan produk khas daerah Fukushima.Meski sempat diwarnai insiden, antusiasme masyarakat terhadap Soma Nomaoi tetap tinggi. Banyak pengunjung mengaku kagum dengan suasana festival yang terasa autentik dan penuh nilai sejarah.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana Jepang menjaga budaya lama tetap relevan di era modern. Festival Soma Nomaoi bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol penghormatan terhadap sejarah dan semangat para samurai.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *