Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memastikan program magang teknis ke Jepang berjalan lebih terstruktur dan berkualitas
NEWS.KOBA.CO.ID. Pemerintah Indonesia terus memperluas peluang magang internasional bagi tenaga kerja muda melalui penguatan kerja sama dengan Jepang. Langkah ini mengemuka dalam penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Pemerintah Prefektur Kagawa, Jepang. Kerja sama tersebut bertujuan memperbesar akses penempatan sekaligus menguatkan perlindungan bagi peserta pemagangan asal Indonesia yang bekerja di Negeri Sakura.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memastikan program magang teknis ke Jepang berjalan lebih terstruktur dan berkualitas. Selain itu juga sesuai kebutuhan industri. Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, memastikan calon pemagang asal Indonesia berangkat dengan kemampuan terbaik.
“Melalui kerja sama ini, kami memastikan peserta magang Indonesia berangkat dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri di Jepang. Drlsin itu juga bekerja dalam sistem yang tertata dan memberikan perlindungan terhadap keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan mereka,” ujar Anwar.
Ruang Lingkup Kerja Sama Diperluas
MoC antara Indonesia dan Prefektur Kagawa memuat sejumlah poin strategis yang dapat meningkatkan kualitas serta perlindungan peserta magang. Kedua pihak menyepakati penguatan mekanisme pengiriman dan penerimaan peserta magang. Kemudian juga dalam pertukaran data ketenagakerjaan, serta penanganan masalah yang mungkin muncul selama program berlangsung. Kerja sama ini juga mencakup upaya memberdayakan alumni magang teknis setelah mereka kembali ke Indonesia. Hal ini penting agar keterampilan yang mereka dapat memberikan dampak nyata di dalam negeri.
Kagawa Apresiasi SDM Indonesia
Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, menyampaikan langsung apresiasinya terhadap kontribusi tenaga kerja Indonesia. Ia menilai pekerja asal Indonesia memiliki etos kerja yang baik, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha di wilayahnya.
“Saat ini terdapat sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Prefektur Kagawa, terdiri atas 1.463 peserta magang dan 1.161 pekerja berketerampilan khusus. Mereka berkontribusi di berbagai sektor usaha,” ungkap Ikeda.
Ia juga menjelaskan bahwa Jepang akan mulai melakukan transformasi besar dalam kebijakan pemagangan. Mulai April 2027, pemerintah Jepang akan mengubah program pemagangan menjadi sistem pembinaan sekaligus bekerja. Menurutnya, perubahan ini akan membuka akses yang lebih besar dan berkelanjutan bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk bagi calon pemagang yang ingin bekerja di Prefektur Kagawa. “ Harapannya perubahan kebijakan ini membuat akses masuk tenaga kerja Indonesia ke Jepang, khususnya ke Prefektur Kagawa, semakin terbuka dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dorong Penguatan SDM Nasional
Pemerintah Indonesia memanfaatkan kerja sama ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional. Pemerintah ingin memastikan generasi muda tidak hanya mendapatkan peluang kerja luar negeri, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bisa mereka manfaatkan ketika kembali ke Indonesia.
Penguatan akses pemagangan ini dinilai selaras dengan kebutuhan dunia industri serta transformasi ketenagakerjaan global. Baik Kemnaker maupun Prefektur Kagawa menilai bahwa pemagangan berperan penting dalam menciptakan tenaga kerja profesional yang siap menghadapi pasar kerja internasional.
Prefektur Kagawa merupakan wilayah terkecil di Jepang yang berada di utara Pulau Shikoku. Wilayah ini memiliki pusat ekonomi utama di Kota Takamatsu dan dikelilingi sejumlah pulau kecil di Laut Pedalaman Seto. Kagawa juga dikenal sebagai rumah bagi destinasi seni modern kelas dunia di Pulau Naoshima serta sentra produksi zaitun di Pulau Shodoshima.
Di sisi lain, Kagawa juga terkenal sebagai “rumah udon” di Jepang, karena ratusan toko mi udon yang tersebar di seluruh wilayah tersebut. Keunikan budaya, potensi ekonomi, serta kebutuhan tenaga kerjanya menjadikan Kagawa sebagai salah satu tujuan favorit bagi pemagang dan pekerja asing, termasuk dari Indonesia.
Kerja Sama Berkelanjutan untuk Masa Depan Tenaga Kerja Indonesia
Langkah Indonesia–Jepang memperkuat kerja sama pemagangan ini membuka jalan bagi kesempatan yang lebih luas bagi tenaga kerja muda Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh peserta pemagangan tidak hanya bekerja dengan aman, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang relevan dan berdampak jangka panjang.
Dengan sistem yang semakin tertata dan kebijakan Jepang yang tengah bertransformasi, kerja sama ini akan memperkuat hubungan ketenagakerjaan kedua negara. Selain itu memberikan manfaat besar bagi pengembangan SDM Indonesia di masa depan.













