Berita  

Konsul Jenderal Jepang Bahas Penguatan Vokasi dan Peluang Kerja di Sulawesi Selatan

kerjsama
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar,

Program pelatihan tersebut akan terhubung langsung dengan penyaluran tenaga kerja ke Jepang. Siswa SMK yang mengikuti pelatihan teknologi itu nantinya akan bekerja dalam industri yang sesuai dengan kompetensinya.

NEWS.KOBA.CO.ID. Kunjungan kehormatan Ohashi Koichi ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan vokasi dan penyerapan tenaga kerja ke Jepang. Pertemuan itu berlangsung hangat dan produktif karena kedua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan sekolah kejuruan.

Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menjelaskan bahwa salah satu fokus pembahasan ialah rencana menghadirkan instruktur asal Jepang untuk mengajar di SMK di seluruh wilayah Sulsel. Ia menyebut rencana ini pernah ia komunikasikan beberapa bulan sebelumnya dan kini mulai memasuki tahap konkret. “Tadi kami bicara juga tentang peluang seperti yang saya bicarakan waktu beberapa bulan lalu. Selain itu terkait dengan rencana meminta Jepang mengirimkan instruktur untuk mengajar di SMK-SMK di sini. Dan khususnya kebutuhan dunia kerja di Jepang,” ujar Jufri pada Selasa (28/4/2026).

Penyaluran Tenaga Kerja

Ia menegaskan bahwa program pelatihan tersebut akan terhubung langsung dengan penyaluran tenaga kerja ke Jepang. Siswa SMK yang mengikuti pelatihan teknologi itu nantinya akan bekerja dalam industri yang sesuai dengan kompetensinya.

“Lalu kemudian mereka yang sudah dapat pelajaran di sini, anak-anak SMK kita, itu nanti berangkat ke Jepang, masuk ke industri. Sehingga sama-sama untung. Jepang dapat tenaga kerja, kita di sini dapat pekerjaan, dan tetap mendapatkan gaji,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Pemerintah Provinsi Sulsel juga menekankan pentingnya pembekalan budaya dan bahasa Jepang. Hal ini terutama menyasar tenaga kerja sektor perawatan lansia yang Jepang sangat membutuhkan saat ini. “Saya tadi juga menawarkan bahwa selain pengetahuan teknis, perlu juga pengajaran budaya dan bahasa Jepang, khususnya bagi tenaga perawat. Jepang saat ini membutuhkan tenaga perawat untuk panti jompo,” lanjut Jufri.

Kelancaran Bahasa

Menurut dia, kemampuan berbahasa Jepang menjadi kunci kelancaran komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan warga lanjut usia yang mereka layani. “Dan tentu saja itu membutuhkan kemampuan berbahasa supaya komunikasi bisa lebih hidup,” katanya.

Untuk menindaklanjuti rencana ini, Pemprov Sulsel akan segera melakukan kerja sama resmi dengan Japan International Cooperation Agency. Jufri mengungkapkan bahwa ia sudah meminta OPD terkait untuk menyiapkan surat permohonan kerja sama. “Kepada PTSP, Pak Andi Asrul Sani, sudah saya perintahkan untuk membuat surat yang akan dikirim kepada pimpinan JICA di Indonesia, di Jakarta,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap Jepang dapat merespons cepat sehingga program peningkatan kualitas SDM dan pengiriman tenaga kerja terampil bisa segera berjalan. “Kita berharap setelah surat dikirim, segera ada tindak lanjut dan respons dari pemerintah Jepang maupun JICA,” tegas Jufri.

Sementara itu, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Konsulat Jepang di Makassar, melalui pernyataan Ohashi Koichi, menyampaikan apresiasinya atas sambutan Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Hari ini saya merasa sangat senang dan terhormat atas sambutan yang diberikan. Pertemuan ini sangat bermakna untuk memperkuat hubungan antara Jepang dan masyarakat lokal di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia berharap hubungan yang terjalin dapat berkembang melalui diskusi lanjutan serta langkah implementasi yang lebih konkret. Pemerintah Provinsi Sulsel pun membuka ruang kolaborasi lebih luas agar setiap peluang kerja sama dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan komitmen kedua pihak, kerja sama pendidikan vokasi dan tenaga kerja dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan generasi terampil yang mampu bersaing di dunia industri Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *