Mengenal Dango, Jajanan Jepang yang Punya 8 Varian Rasa dan Cerita Unik

dango
Kenali dango Jepang, jajanan tradisional bertekstur kenyal dengan delapan varian populer, dari mitarashi hingga hanami dango.( Foto dok.wikipedia)

NEWS.KOBA.CO.ID. Salah satu jajanan tradisonal Jepang yang popular adalah Dango. Makanan ini menawarkan kesederhanaan sekaligus sangat kaya rasa. Bentuknya bulat, teksturnya kenyal, dan penyajiannya beragam membuat makanan ini sangat digemari. Apalagi saus manis asin hingga pasta kacang merah. Masyarakat Jepang menikmati dango sepanjang tahun, baik sebagai camilan keluarga maupun teman minum teh hijau. Jajanan berbahan tepung beras ini juga hadir dalam perayaan musiman dan tradisi menikmati keindahan alam.

Dan di negara Matahari Terbit ini, Dango ada pada setiap daerah. dengan pilihan dan ciri khas tersendiri membuat makanan ini menjadi beragam sesuai dengan perbedaan bahan, warna, dan cara penyajian. Maka tidak mengherankan membuat jajanan ini menarik bagi pencinta kuliner maupun wisatawan.

Dango, Jajanan Tradisional dengan Sejarah Panjang

Dango memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner Jepang dan budaya Jepang. Sejumlah catatan menunjukkan bahwa masyarakat Jepang telah lama mengolah beras menjadi berbagai makanan, termasuk kudapan berbentuk bulat ini. Salah satu varian paling terkenal ialah mitarashi dango.

Konon, jajanan ini berkembang dari kawasan Kuil Shimogamo di Kyoto, tepatnya di sekitar kedai teh Kamo Mitarashi. Namanya berkaitan dengan Kolam Mitarashi yang berada di kawasan kuil tersebut. Bentuk bulatan dango konon mengingatkan orang pada gelembung air yang muncul saat proses penyucian.

Dalam penyajian tradisional, mitarashi dango biasanya terdiri atas lima bulatan dalam satu tusuk. Sebagian penjelasan tradisi mengaitkan susunan tersebut dengan bentuk tubuh manusia dan makna perlindungan dari kesulitan.

Kini, masyarakat dapat menemukan mitarashi dango di berbagai toko makanan, supermarket, dan kedai tradisional. Saus berbahan kecap shoyu dan gula memberikan perpaduan rasa manis serta gurih yang khas.

Delapan Jenis Dango yang Layak Dicoba

Ada berbagai macam jenis Dango yang dapat Anda nikmati hingga sekarang. Pertama adalah Mitarashi Dango dengan perpaduan manis dan gurih. Mitarashi dango menjadi pilihan populer bagi pencinta camilan Jepang. Penjual biasanya merebus bulatan tepung beras, lalu menyiramnya dengan saus shoyu, gula, dan bahan pengental. Sebagian penjual memanggangnya terlebih dahulu untuk menghadirkan aroma yang lebih kuat. Perpaduan tekstur kenyal dan saus mengilap membuat jajanan ini mudah dikenali.

Jenis kedua adalah Anko Dango dengan kelembutannya serta pasta kacang merah yang khas. Anko dango menyajikan bulatan dango dengan pasta kacang azuki di bagian atas. Pasta tersebut menghadirkan rasa manis yang berpadu dengan tekstur kenyal adonan beras. Varian ini populer di kalangan berbagai kelompok usia. Penggemar makanan manis tradisional Jepang biasanya menikmatinya bersama secangkir teh hijau.

Kusa Dango, Aroma Khas Yomogi

Selanjutnya yang ketiga adalah kusa dango. Dango jenis inimenggunakan yomogi atau tanaman mugwort Jepang sebagai campuran adonan. Bahan tersebut memberikan warna hijau dan aroma herbal yang khas. Penjual sering menyajikan kusa dango bersama anko. Kombinasi ini menghadirkan keseimbangan antara aroma tumbuhan dan rasa manis kacang merah.

Sedangkan yang keempat adalah bocchan dango dengan tiga warna dari Matsuyama yang unik. Bocchan dango merupakan jajanan khas Kota Matsuyama, Prefektur Ehime. Camilan ini tampil menarik dengan tiga bulatan berwarna berbeda dalam satu tusuk. Variannya umumnya menampilkan warna merah, kuning, dan hijau. Setiap warna mewakili rasa yang berbeda, seperti anko, telur, dan matcha.

Selanjutnya yang kelima denpun dango. Dango khas Hokkaido menggunakan tepung kentang sebagai bahan utama. Pembuatnya memadukan adonan dengan kacang rebus manis, kemudian memanggangnya. Bahan tersebut menghasilkan karakter berbeda dari dango berbahan tepung beras. Wisatawan dapat mempertimbangkan jajanan ini ketika menjelajahi kuliner khas Hokkaido.

Hanami Dango, Teman Menikmati Bunga Sakura

Berikuitya yang keenam adalah hanami dango. Makanan jenis ini identik dengan tradisi hanami, yaitu kegiatan menikmati keindahan bunga sakura. Jajanan ini biasanya menampilkan tiga warna, yakni merah muda, putih, dan hijau. Warna merah muda mengingatkan orang pada bunga sakura, sedangkan hijau melambangkan dedaunan. Bentuknya yang menarik membuat hanami dango populer saat masyarakat berpiknik bersama keluarga atau teman.

Kemudian ketujuh, Kinako dango menawarkan cita rasa khas melalui taburan kinako atau tepung kedelai panggang. Tepung tersebut menghadirkan aroma harum dan rasa gurih yang lembut. Sebagian penyajian menambahkan gula untuk memperkuat rasa manis. Kinako dango cocok menemani waktu bersantai bersama teh hijau. dan terlahir adalah yaki dango menghadirkan pengalaman berbeda karena penjual memanggang bulatan dango setelah membumbuinya. Beberapa penjual menggunakan shoyu dan wijen untuk memperkaya aromanya.

Wisatawan dapat menemukan varian ini di sejumlah tempat wisata, termasuk kawasan Gunung Takao di Tokyo. Menikmatinya sambil beristirahat setelah mendaki dapat menjadi pengalaman kuliner yang berkesan.

Dango, Lebih dari Sekadar Camilan

Keistimewaan dango tidak hanya terletak pada rasa dan teksturnya. Jajanan ini juga berkaitan dengan kebiasaan sosial, perayaan musiman, dan tradisi keluarga Jepang. Hanami dango, misalnya, hadir dalam suasana menikmati bunga sakura saat musim semi. Sementara itu, mitarashi dango menunjukkan hubungan antara kuliner lokal dan tradisi di kawasan kuil. Bagi wisatawan, mencicipi dango dapat menjadi cara sederhana untuk mengenal budaya Jepang. Setiap varian menawarkan pengalaman berbeda, baik melalui bahan, rasa, maupun cerita yang menyertainya.

Karena itu, dango layak masuk daftar kuliner yang dicoba saat berkunjung ke Jepang. Dari saus manis asin hingga aroma yomogi, jajanan mungil ini memperlihatkan kekayaan tradisi kuliner Negeri Sakura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *