Aktris dan model Jepang Tao Okamoto mencatat pencapaian bersejarah di dunia perfilman internasional. Ia menjadi wanita Jepang pertama yang memenangkan penghargaan Aktris Terbaik di Festival Film Cannes.
NEWS.KOBA.CO.ID. Setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Tao Okamoto kembali ke Jepang dan menghadiri konferensi pers di Tokyo pada Selasa. Ia hadir bersama aktris Prancis Virginie Efira dan sutradara Ryusuke Hamaguchi. Ketiganya terlibat dalam film berjudul Jepang Kyu ni Guai ga Waruku Naru. Film tersebut populer secara internasional dengan judul All of a Sudden.
Karya garapan Hamaguchi itu mengangkat kisah tentang hubungan emosional yang kuat antara dua perempuan. Penampilan Tao dan Efira mendapat apresiasi tinggi dari para juri Cannes. Pertemuan dengan media berlangsung di Japan National Press Club, Distrik Chiyoda, Tokyo. Dalam kesempatan itu, mereka mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang berhasil ia raih.
“Rasanya masih belum nyata,” kata Okamoto, 41 tahun melansir laman japannews.yomiuri.co.jp. Tao Saya berharap pertasinya ini akan menjadi motivasi yang baik bagi banyak orang untuk menonton film ini. Pernyataan tersebut menggambarkan kebahagiaan sekaligus rasa tak percaya yang masih terasa TOLEH ao setelah namanya meniadi pemenang.
Penghargaan Bersama Virginie Efira
Keberhasilan di Cannes tidaklah seorang diri. Dalam film tersebut Tao bermain bersama Virginie Efira yang menjadi lawan mainnya dalam film tersebut. Efira mengungkapkan bahwa ia mempelajari bahasa Jepang dari awal demi mendalami peranya. “Saya sangat senang bisa datang ke Jepang.Saya sangat bahagia bisa memenangkan penghargaan ini bersama Tao,” tambahnya Dedikasi Efira dalam mempelajari bahasa Jepang menunjukkan keseriusannya selama proses produksi film. Kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis melalui penghargaan internasional yang bergengsi.
Sutradara Ryusuke Hamaguchi juga menyampaikan apresiasinya kepada dua aktris utama film tersebut. “Mereka adalah aktris hebat dan orang-orang hebat. Saya merasa sangat bangga karena dapat mendukung karya mereka,” ungkapnya. Pujian tersebut menunjukkan hubungan profesional yang kuat antara sutradara dan para pemeran. Hamaguchi terkenal sebagai salah satu sineas Jepang yang mampu menghadirkan cerita emosional dengan pendekatan yang mendalam. Keberhasilan film ini juga memperkuat reputasi perfilman Jepang di panggung internasional. Cannes kembali menjadi tempat lahirnya pencapaian penting bagi industri film Negeri Sakura.
Perjalanan Tao Okamoto dari Dunia Mode ke Layar Lebar
Tao Okamoto lahir di Chiba, Jepang, pada 22 Mei 1985. Sebelum terkenal sebagai aktris, ia lebih dahulu membangun nama besar di industri mode internasional. Ia memulai karier sebagai model sejak usia 14 tahun. Bakatnya berkembang pesat hingga membawanya menembus pasar global. Pada 2006, Tao memutuskan pindah ke Paris untuk memperluas karier internasionalnya. Langkah tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan profesionalnya.
Di Eropa, Tao tampil dalam berbagai peragaan busana ternama. Ia menjadi salah satu model Asia Timur yang berhasil menembus dominasi industri mode Barat pada masanya. Sepanjang karier modeling, ia berjalan di panggung sejumlah rumah mode dunia. Di antaranya Alexander Wang, Chanel, Dolce & Gabbana, Fendi, Louis Vuitton, Michael Kors, Miu Miu, Ralph Lauren, dan Yves Saint Laurent.
Pada 2009, Tao pindah ke New York City. Saat itu, gaya rambut mangkuk khasnya menarik perhatian industri mode dunia. Penampilannya bahkan menginspirasi desainer Phillip Lim. Sang desainer kemudian menerapkan gaya rambut serupa pada seluruh model dalam peragaan busana Musim Gugur/Musim Dingin 2009.
Nama Tao semakin bersinar melalui berbagai kampanye iklan dan pemotretan editorial. Ia pernah menjadi wajah kampanye Dolce & Gabbana, Emporio Armani, Kenzo, dan Tommy Hilfiger. Selain itu, Tao tampil dalam berbagai majalah mode ternama dunia. Karya editorialnya menghiasi halaman i-D Magazine, V Magazine, W Magazine, Harper’s Bazaar, hingga Vogue. Salah satu pencapaian penting terjadi pada 2009. Majalah Vogue Nippon mendedikasikan satu edisi khusus untuk Tao.
Ia menjadi model Jepang pertama dalam hampir satu dekade yang tampil eksklusif di sampul dan seluruh isi edisi tersebut. Prestasi itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu model Jepang paling berpengaruh di dunia. Tao juga menerima penghargaan “Model of the Year” dari Japan Fashion Editor’s Club. Pada 2010, Vogue Nippon memasukkannya dalam daftar “Women of the Year”.
Sukses Beralih ke Dunia Akting
Karier akting Tao Okamoto bermula pada 2013. Ia memerankan Mariko Yashida dalam film The Wolverine bersama Hugh Jackman. Peran tersebut langsung memperkenalkan namanya kepada penonton global. Kesuksesan debut itu membuka jalan menuju berbagai proyek besar lainnya.
Pada 2014, Tao Okamoto bergabung dalam serial televisi Hannibal. Ia memerankan karakter Chiyoh yang memiliki hubungan dengan keluarga Hannibal Lecter. Setahun kemudian, ia tampil dalam film Kurosurôdo. Tao juga membintangi serial The Man in the High Castle sebagai Betty Kasoura. Namanya semakin terseohor ketika memerankan Mercy Graves dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice pada 2016.
Selain itu, ia turut hadir dalam serial fiksi ilmiah populer Westworld. Kini, pencapaian terbaru di Festival Film Cannes menjadi bukti bahwa Tao tidak hanya sukses sebagai model dunia. Ia juga mampu membuktikan kualitasnya sebagai aktris kelas internasional. Keberhasilannya meraih penghargaan Aktris Terbaik Cannes menjadi inspirasi bagi generasi muda Jepang. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa talenta Asia mampu bersaing dan mendapat pengakuan di panggung perfilman dunia.













